Ganjar Berharap Kampus Terbebas dari Radikalisme dan Narkoba

Radikalisme bertujuan mengganti ideologi negara dengan melakukan aksi kekerasan terhadap orang

Ganjar Berharap Kampus Terbebas dari Radikalisme dan Narkoba
ISTIMEWA
Ganjar Pranowo memberikan kuliah umum tentang penguatan kebangsaan untuk generasi muda dalam rangka mencegah radikalisme dan narkoba di gedung Auditorium kampus IKIP Veteran, Rabu (12/9). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Alaqsha Gilang Imantara

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Radikalisme bertujuan mengganti ideologi negara dengan melakukan aksi kekerasan terhadap orang, benda, fasilitas umum, dan fasilitas negara.

Sementara itu, narkoba bisa merusak berbagai organ tubuh mulai dari jantung, ginjal dan hati.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam kuliah umum mahasiswa baru IKIP Veteran tentang penguatan kebangsaan untuk generasi muda dalam rangka mencegah radikalisme dan Narkoba di gedung Auditorium kampus IKIP Veteran, Rabu (12/9).

"Saya berharap kampus terbebas dari Radikalisme dan Narkoba mengingat dampak yang ditimbulkan begitu mengkhawatirkan. Saya apresiasi kepada Rektor yang telah membekali mahasiswa baru dengan kuliah umum semacam ini,"ucap Ganjar, Rabu (12/9).

Kuliah Umum menghadirkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Kepala BNNP Propinsi Brigjen Pol Drs. Muhammad Nur, S.H, M.Hum sebagai pembicara utama.

Kuliah umum diiikuti oleh Dekan, Kaprodi, WR 1 bidang akademik, WR 2 bidang keuangan, WR 3 bidang kemahasiswaan, Ketua Yayasan IKIP Veteran, dan mahasiswa baru IKIP Veteran sebanyak 606 mahasiswa dari 3 fakultas yaitu Fakultas Teknik, Ilmu Sosial, dan Pendidikan.

Kepala BNNP (Badan Narkotika Nasional Propinsi), Brigjen Pol Drs. Muhammad Nur, S.H., M.Hum mengatakan, narkoba sudah menyasar kepada anak-anak dan remaja.

Narkoba merupakan barang haram yang harus dihindari oleh masyarakat khususnya anak-anak muda.

"Jumlah penyalahgunaan narkoba di Jawa Tengah mencapai lebih dari 300.000 jiwa (1,16%), dengan 50,34% berstatus sebagai pekerja, sebanyak 27,32% berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa, dan 22,34% adalah pengangguran,"ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Alaqsha Gilang Imantara
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved