Irjen Pol Setyo Wasisto: Komoditi Impor Dibeli Sebelum Dolar Naik

Ketua Satgas Pangan Indonesia Irjen Pol Setyo Wasisto menyebut hingga saat ini belum muncul kenaikan harga bahan pangan

Irjen Pol Setyo Wasisto: Komoditi Impor Dibeli Sebelum Dolar Naik
TRIBUNJATENG/RIVAL ALMANAF
Ketua Satgas Pangan Indonesia Irjen Pol Setyo Wasisto menyebut hingga saat ini belum muncul kenaikan harga bahan pangan yang melonjak naik seiring dengan menanjaknya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika. 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ketua Satgas Pangan Indonesia Irjen Pol Setyo Wasisto menyebut hingga saat ini belum muncul kenaikan harga bahan pangan yang melonjak naik seiring dengan menanjaknya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika.

Hal itu dipaparkan oleh pria yang juga menjabat Kepala Divisi Humas Polri itu saat mengunjungi Akpol, Rabu (12/9/2018). "Memang ada beberapa komoditas pangan yang impor, ini yang biasanya akan terpengaruh dengan kenaikan harga dolar," jelas Setyo.

Meski demikian ia menyebut semua komoditi pangan yang diimpor itu telah dibeli sebelum dolar naik. Oleh karena itu hingga saat ini kenaikannya belum tampak muncul di pasar-pasar.

"Kami harapkan dolar normal kembali sehingga saat transaksi impor nanti masih dengan harga yang sama," jelasnya lebih lanjut.

Ditemui seusai melakukan syukuran permulaan syuting film Pohon Terkenal, ia menyebut saat ini beberapa komoditi justru ada yang harganya menurun.

"Secara umun tidak naik karena pengaruh dolar. Harga telur justru melorot. Memang ada yang naik, misal Jagung namun bukan karena dolar, karena karena memang jagung masa panennya masing menunggu satu dua bulan lagi," tandasnya.

Meski demikian ia menginstruksikan tim satgas pangan di Polda dan Polres untuk terus aktif memantau dan menindak para penimbun bahan pangan.

"Satgas pangan dibentuk sebenarnya untuk mewujudkan hal yang sederhana Produsen dan distributor mendapat keuntungan yang cukup, dan masyarakat juga mampu membeli, keseimbangan itu yang terus kami jaga," beber Setyo.

Selain memerintahkan anggota untuk terus memantau harga-harga komoditas pangan. Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk ikut membantu membuat kenaikan nilai tukar dolar tidak berpengaruh dengan harga komoditi pangan.

"Masyarakat pakailah komoditas pangan dalam negeri, buah saja kita banyak buah lokal yang tidak kalah dengan produk luar. Misalnya jeruk, banyak jeruk lokal kita nggak kalah dengan jeruk sunkis. Mari kita membeli komoditas pangan dalam negeri," ajaknya. (*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved