Irjen Pol Setyo Wasisto Potong Tumpeng di Akpol Awali Syuting Film Pohon Terkenal

Irjen Pol Setyo Wasisto Potong Tumpeng di Akpol Awali Syuting Film Pohon Terkenal di komplek Akpol, Semarang, Rabu (12/9).

Irjen Pol Setyo Wasisto Potong Tumpeng di Akpol Awali Syuting Film Pohon Terkenal
tribunjateng/yayan isro roziki
Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto, memotong tumpeng sebelum dimulainya proses syuting film Pohon Terkenal, di komplek Akpol, Semarang, Rabu (12/9). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Film berjudul Pohon Terkenal mulai syuting di komplek Akpol, Semarang, Rabu (12/9).

‎"Ini film ringan yang menghibur. Ada drama, komedi, tawa-haru. Serta, bagaimana peran orangtua dalam mendukung pendidikan anaknya," kata Monty Tiwa sutradara, penulis skenario, dan juga produser film.

Dituturkan, selama ini mayoritas masyarakat‎ hanya mengetahui produk jadi seorang perwira polisi. Ia berharap, dengan hadirnya film ini, masyarakat bisa sedikit melongok proses menjadi seorang perwira. Mulai dari sebelum ia masuk akademi, test, mengikuti pendidikan, hingga dinyatakan lulus.

"Jangan hanya lihat barang jadinya, tapi juga pembentukan karakternya seperti apa. Ini lho, jendelanya kita buka, biar masyarakat bisa melongok 'sedikit' di dalamnya. Kami butuh riset selama 2,5 bulan, hingga akhirnya mulai syuting hari ini," urainya.

Ia didapuk menyutradarai film 'Pohon Terkenal', yang mengisahkan kawah candradimuka perwira kepolisian.

Plot film ini mengisahkan, bagaimana seorang calon perwira kepolisian dididik dan ditempa‎ di Akpol.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, ‎Irjen Pol Setyo Wasisto melakukan potong tumpeng sebagai doa selamatan untuk dimulainya syuting film ini di Akpol, Rabu (12/9).

Dikatakannya, sebelum dimulai proses pengambilan gambar, ada selamatan sederhana yang digelar, berharap agar semua proses berjalan lancar.

"Targetnya, November sudah bisa tayang," ucapnya.

Masyarakat belum banyak yang tahu 'jeroan' selama seorang calon perwira polisi digodok di akademi. Menurut dia, film ini menjadi jendela untuk melongok segala proses itu.

"Target utama yang kita sasar adalah remaja. Harapannya, mereka nanti sudah bisa membayangkan, profesi apa yang hendak mereka geluti sebagai lahan pengabdian kelak," ucapnya‎

Halaman
12
Penulis: yayan isro roziki
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help