Kabupaten Sikka NTT Belajar Sistem Aplikasi E-Planning dan E-Budgeting Batang

Kabupaten Sikka NTT Belajar Sistem Aplikasi E-Planning dan E-Budgeting Batang di Ruang Ujungnegoro Bapelitbang Rabu, (12/9/18).

Kabupaten Sikka NTT Belajar Sistem Aplikasi E-Planning dan E-Budgeting Batang
tribunjateng/dina indriani
Rombongan DPRD Sikka NTT diterima Sekda Kabupaten Batang Nasikhin di Ruang Ujungnegoro Bapelitbang Rabu, ( 12/9/18). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dina Indriani

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Dalam perencanaan pembangunan daerah, Kabupaten Batang sudah menggunakan sistem aplikasi e-planning yang mempermudah kinerja pemerintahan.

Sistem tersebut saat ini mulai diadopsi oleh 15 Kabupaten yang pernah berkunjung ke Kabupaten Batang.

Seperti DPRD Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang datang berkunjung ke Kabupaten Batang untuk belajar tentang program transparansi dengan menerapkan e-Planning dalam usulan-usulan pembangunan atau program yang akan dilakukan.

Kunjungan sembilan anggota badan anggaran DPRD tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sikka Gorgonius Nago Bapa, yang ditemui oleh Sekertaris Daerah Kabupaten Batang Nasikhin di Ruang Ujungnegoro Bapelitbang Rabu, (12/9/18).

"Kami berkunjung untuk belajar agar penerapan e-planing dan e-budgeting tidak ada masalah antar legislatif dan eksekutif, karena kemarin kami sempat menerapkan yang sama namun masih ada masalah sehingga datang ke sini sekaligus mencari solusi," tutur Ketua DPRD Sikka, Gorgonius Nago Bapa.

Ia juga menyadari penerapan sistem ini ada kesulitan dan kendala, sistem aplikasi masih dipelajari dan selama ini menggunakan sistem manual sehingga ada perbedaan.

"Dan solusi yang kami dapatkan yaitu terpenting komunikasi antara DPRD dengan Birokrasi atau Pemkab, agar perencanaan dan anggaran tidak ada masalah, poinnya jangan sampai ada mis komunikasi," jelasnya.

Sementara Sekretaris Kabupaten Batang Nasikhin mengatakan, bahwa di awal penerapan sistem ini memang banyak mengalami kendala terutama tentang penafsiran suatu ketentuan dan kurangnya komunikasi antar legislarif dan eksekutif.

"Kami sudah memberikan beberapa solusi diantaranya untuk melakukan komunikasi intens antar legislatif dan eksekutis, penentuan prioritas pokok pikiran DPRD sebagai wujud merealisasikan aspirasi masyarakat, sehingga nanti ada kelancaran dalan pembahasan yang lainya," tutur Nasikhin.

Dikatakan Nasikhin sistem aplikasi e-planning dan e-budgeting sudah ada 15 Kabupaten dari Jawa tengah maupun luar jawa yang mengadopsi dari Batang, dan sistem ini akan terus kita sempurnakan, walau nantinya akan ada sistem secara nasional.

"Sebagai evaluasi transparansi anggaran, Sistem ini sudah kami paparkan di KPK ( komisi Pemeberantasan Korupsi), karena setiap tahunya ada monitoring dan evaluasi dari KPK," pungkasnya. (*)

Penulis: dina indriani
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help