Anwar Ibrahim akan Jadi PM Malaysia, Ini Jalur yang Mesti Dilintasi

Mantan wakil perdana menteri periode 1993-1998 itu bakal memenangi pemilu sela yang belum ditentukan tanggal perhelatannya.

Anwar Ibrahim akan Jadi PM Malaysia, Ini Jalur yang Mesti Dilintasi
AFP/MOHD RASFAN
Mantan pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim 

TRIBUNJATENG.COM, KUALA LUMPUR - Tokoh politik Malaysia, Anwar Ibrahim, dilaporkan bersiap kembali ke kekuasaan dengan bertarung di pemilihan sela parlemen kota.

Dilaporkan AFP, Rabu (12/9), peluang itu terbuka di Kota Port Dickson, setelah salah satu anggotanya, Danyal Balagopal Abdullah, mengundurkan diri.

Dalam pengumuman pengunduran dirinya, Danyal menyatakan, dia telah menerima informasi bahwa Anwar berniat mengisi kursi yang ditinggalkannya.

Dia meyakini mantan wakil perdana menteri periode 1993-1998 itu bakal memenangi pemilu sela yang belum ditentukan tanggal perhelatannya.

"Dan dengan kehendak Tuhan, dia bakal menjadi perdana menteri ke-8 Malaysia. Karena itu, saya umumkan mundur secepatnya," tutur Danyal.

Dilansir Channel News Asia, dia menuturkan tidak akan mundur dari politik. "Saya bakal menjadi mata dan telinga beliau," tegas dia.

Sekretaris Jenderal Parti Keadilan Rakyat (PKR), Saifuddin Nasution berkata, Anwar yang masih di Hong Kong telah memberi tahu Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad.

Saifuddin menjelaskan, PKR telah memulai proses mengembalikan Anwar ke pemerintahan, yang menyatakan dia tak akan memegang jabatan apa pun jika menang pemilihan.

Nantinya, Anwar bakal menghadapi koalisi Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) dan Partai Islam Malaysia (PAS).

"Saya yain kembalinya Anwar sebagai calon PM memberikan kegairahan sehingga mengangkat jumlah pemilih," tutur Saifuddin.

Anwar dibebaskan dari penjara pada 16 Mei setelah menerima pengampunan dari Raja Malaysia Yang Dipertuan Agong Sultan Muhammad V.

Politikus 71 tahun itu dijatuhi hukuman lima tahun penjara di Februari 2015 atas tuduhan melakukan sodomi. Pada Pemilihan Umum (Pemilu), 9 Mei lalu, Anwar dan Mahathir berdamai dan bekerja sama untuk menjungkalkan Najib Razak serta koalisi Barisan Nasional. (tribunjateng/kps/afp/cna)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved