Nilai Tukar Rupiah

Perang Dagang China Vs Amerika Bikin Rupiah Menguat

Keperkasaan rupiah setelah libur itu datang dari China, yang membalas aksi perang dagang AS.

Perang Dagang China Vs Amerika Bikin Rupiah Menguat
Malaymailonline
Kurs rupiah terhadap dolar. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Penguatan yuan berhasil menopang rupiah. Kurs rupiah di pasar spot berhasil menguat 0,16 persen ke level Rp 14.833 per dolar Amerika Serikat (AS), Rabu (12/9) kemarin.

Namun, rupiah pada kurs tengah Bank Indonesia masih menunjukan koreksi 0,19 persen menjadi Rp 14.863 per dolar AS.

Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menjelaskan, keperkasaan rupiah setelah libur itu datang dari China, yang membalas aksi perang dagang AS. Negeri Tirai Bambu tersebut sudah meminta World Trade Organization (WTO) menjatuhkan sanksi kepada AS sebesar 7 miliar dolar AS per tahun karena melakukan dumping.

Hal tersebut berhasil membuat yuan menguat. Alhasil mata uang negara emerging market, termasuk rupiah menguat.

Tapi, mata uang Garuda tampaknya bakal kesulitan melanjutkan penguatannya Kamis (13/9) hari ini. "Karena masih bergantung pada data inflasi AS Agustus yang diumumkan Kamis," ujar analis Valbury Asia Futures Lukman Leong.

Ia memperkirakan, rupiah bergerak dalam kisaran Rp 14.800-Rp 14.860 per dollar AS. David memprediksi kurs rupiah hari ini bergerak di rentang Rp 14.800-Rp 14.880 per dollar AS.

Meski rupiah menguat, namun tidak demikian dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kemarin, IHSG gagal rebound. Meski sempat naik di awal sesi, namun indeks ditutup turun 0,57 persen ke level 5.798,15. Investor asing masih mencatatkan penjualan bersih alias net sell Rp 684,49 miliar.

Analis Henan Putihrai, Indera menyebut, indeks sulit menguat karena dibayangi perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Selain itu, investor mengantisipasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.

"Jatuhnya indeks beberapa hari terakhir juga karena pelemahan kinerja sektor perbankan," ujar dia yang memprediksi IHSG pada Kamis (13/9) hari ini masih akan melemah bergerak di rentang 5.776-5.889.

Sedangkan analis Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji berpendapat, kekhawatiran perang dagang memicu investor melakukan ambil untung alias profit taking. Sementara, dari dalam negeri minim sentimen positif.

Secara teknikal, indikator MACD sudah di area negatif. Stochastic dan RSI berada di area netral. Namun, terlihat pola upward bar yang mengindikasikan potensi penguatan. Dengan begitu, menurut prediksi Nafan, hari ini IHSG berpeluang menuju resistance 5.894, dengan level support 5.749. (Tribunjateng/Kontan)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help