Nilai Tukar Rupiah

Rupiah Melemah, Pengembang Mengalami Dilema Tentukan Harga Rumah

Rupiah Melemah, Pengembang Mengalami Dilema Tentukan Harga Rumah. DPD REI Jateng tengah mempertimbangkan revisi harga perumahan

Rupiah Melemah, Pengembang Mengalami Dilema Tentukan Harga Rumah
tribunjateng/dok
DPD REI Jateng tengah mempertimbangkan revisi harga perumahan dampak dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - DPD REI Jateng tengah mempertimbangkan revisi harga perumahan. Hal itu, dikatakan Humas DPD REI Jateng, Dibya K Hidayat, untuk menyikapi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS).

Menurutnya, Rabu (12/9), jika kondisi rupiah terus melemah dalam waktu yang cukup panjang, sudah dipastikan harga properti akan mengalami kenaikan. Setidaknya, ungkap dia, kenaikan harga rumah bakal naik paling sedikit lima persen.

Dijelaskan Dibya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi naiknya harga properti. Di antaranya adalah bahan bangunan yang juga terkait dengan dollar lantaran merupakan barang impor.

Menurutnya, kandungan impor pada bahan bangunan terbilang sangat banyak, misalnya bahan baku pembuatan semen dan besi. Padahal, kedua bahan itu sangat vital dalam membangun rumah. "Semoga bahan baku lokal seperti pasir, bata dan batu juga tidak ikut naik," katanya.

Namun demikian, bukan berarti harga bahan baku lokal tidak berpotensi naik. Menurut Dibya, harga bahan baku lokal itu bakal naik jika pemerintah mengerek harga bahan bakar minyak (BBM).

"Bahan lokal itu naik di sisi transportnya, jadi jika harga BBM naik maka harga bahan baku juga naik," sambung dia.

Namun, merevisi harga properti juga bukan keputusan mudah bagi para pengembang. Kondisi pengembang saat ini cukup dilematis. Di satu sisi mereka diancam dengan potensi kenaikan harga bahan baku sementara di sisi lain, jika harga direvisi juga berdampak tidak baik lantaran kondisi pasar properti yang tengah lesu.

Solusi yang bisa diterapkan menyikapi keadaan itu, lanjut Dibya, adalah dengan memangkas profit margin. "Market sedang lesu, sekarang mau naikkan harga karena dollar naik pasti semakin lesu. Ditambah parah kalau bunga KPR juga naik ya tambah lesu," jelas dia.

Sementara ketua DPD REI Jateng, MR Prijanto optimistis pasar properti bakal normal dalam waktu dekat. Keyakinan Prijanto itu tak lepas dari berbagai upaya yang dilakukan pemerintah dalam pembiayaan rumah.

"Program sejuta rumah akhir tahun ini optimis tercapai. Meski pemerintah mengurangi jatah pembiayaan khusus FLPP, namun dibantu dengan SMF yang mengimbangi memberikan bantuan dana bagi bank untuk pembangunan perumahan," ucap dia.

Selain itu, pemerintah juga semakin intens memberikan kemudahan dalam pengurusan perizinan perumahan melalui sistem Online Single Submisson (OSS). "Pembangunan perumahan semakin dipermudah perijinannya. Kalau pengisiannya sudah betul, satu dua hari izin sudah keluar," jelas Prijanto. (tribunjateng/lyz/dta)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help