Pemilu 2019

SBY Jadi Jurkam Prabowo-Sandiaga Ingin Rebut Suara di Jawa Timur

Djoko Santoso mengatakan SBY meminta jadi juru kampanye bukan hanya menjadi dewan penasehat tim pemenangan.

SBY Jadi Jurkam Prabowo-Sandiaga Ingin Rebut Suara di Jawa Timur
tribunjateng/ANTARA
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberikan salam kepada media sebelum melakukan pertemuan tertutup di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (30/7/2018). Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari komunikasi politik yang dibangun kedua partai untuk Pilpres 2019.(ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN) 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Djoko Santoso mengatakan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta jadi juru kampanye bukan hanya menjadi dewan penasehat tim pemenangan. "Beliau minta jadi juru kampanye," ujar Djoko Santoso Rabu (12/9).

Menurut Djoko yang merupakan calon kuat ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga, Ketua Umum Partai Demokrat itu menginginkan turun ke lapangan memenangkan Prabowo-Sandiaga Uno terutama di wilayah Jawa Timur.

"Ya dia ingin di lapangan, mau ini lah. Ya penasihat sambil jalan kan bisa. Beliau mau berbuat benar di Jawa Timur," katanya.

Struktur tim pemenangan sendiri menurut Djoko masih dalam tahap finalisasi. Sejumlah nama yang diajukan partai mitra koalisi masih digodok untuk dimasukkan ke dalam sejumlah direktorat tim pemenangan.

Djoko Santoso juga mengatakan kemungkinan besar mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bergabung dengan PAN. Bila nantinya Gatot bergabung dengan PAN maka akan masuk ke dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Sandiaga. "Kalau Gatot gabung PAN, berarti dukung kami di Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga," kata Djoko.

Djoko mendengar kabar akan bergabungnya Gatot ke Partai berlambang matahari terbit tersebut. Namun ia belum bisa memastikan jadi tidaknya. Yang pasti menurutnya partai mitra koalisi akan menyambut baik, bila Gatot bergabung dan masuk ke dalam tim pemenangan.

"Ya barangkali ya, namanya berjuang kesadaran. Kalau memang kemauannya demokrasi, kemauannya mau gabung ya Alhamdulillah," katanya.

Pihaknya menurut Djoko sudah lama menjalin komunikasi dengan Gatot Nurmantyo. Menurutnya Gatot merupakan orang yang cerdas dan memiliki kompetensi. "Namanya mantan panglima TNI. Anda bisa lihat sendiri. pak Gatot cerdas pintar banyak bergaul," ujarnya.

Bakal Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyambangi kediaman Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Jalan Kuningan Timur, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Keduanya tiba di kediaman SBY pada pukul 19.38 WIB. Prabowo dan Sandiaga satu mobil menuju kediaman Presiden ke-6 RI tersebut.

Begitu turun dari mobil lexus putihnya, Prabowo dan Sandiaga disambut SBY dan putranya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Bahkan begitu turun, Sandiaga yang mengenakan kemeja biru muda lengan panjang langsung mencium tangan SBY.

Setelah mencium tangan SBY, Sandiaga lalu cipika-cipiki dengan AHY. Sementara itu, Prabowo yang mengenakan baju safari putih, hormat terlebih dahulu sebelum menyalamai SBY.

Hormat Prabowo tersebut disambut SBY dengan melakukan hal yang sama. Mantan danjen Kopassus tersebut lalu menyalami AHY sebelum kemudian masuk ke ke dalam rumah. Pantauan Tribun Prabowo-Sandiaga ditemani Sekjen Gerindra Ahamd Muzani dan Wakil Ketua Umum Gerindra Sugiono. (Tribunjateng/TribunNetwork/dit/fik/wly)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved