Begini Analisis Dokter dan Dinkes Terkait Afandi yang Minta Disuntik Mati

Begini Analisis Dokter Terkait Afandi yang Minta Disuntik Mati. Peran keluarga dinyatakan Ratna sangat penting dalam proses pemulihan

Begini Analisis Dokter dan Dinkes Terkait Afandi yang Minta Disuntik Mati
tribunjateng/budi susanto
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Hidayah Basbhet, saat ditemui Tribunjateng.com di kediaman Afandi, Jumat (14/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Pihak medis menyatakan Afandi (48) pria yang mengajukan permohonan untuk disuntik mati mengalami gangguan psikosomatis karena penyakit yang dideritanya.

Diketahui gangguan psikosomatis merupakan gambaran penyakit fisik yang disebabkan oleh faktor mental, seperti stres dan kecemasan.

Ratna Westri Erika dokter di Puskesmas Banyuputih menjelaskan, kondisi mental Afandi tertekan karena penyakit yang dialaminya bertahun-tahun.

Baca: Pria Asal Batang Ini Ajukan Permohonan Suntik Mati, Kasihan Anak dan Istrinya

"Hal tersebut memperparah kondisi dari Afandi, dan ia harus benar-benar mendapat perawatan secara medis dengan obat-obatan dan pendampingan psikologis agar cepat pulih," katanya, Jumat (14/9/2018).

Peran keluarga dinyatakan Ratna sangat penting dalam proses pemulihan Afandi, karena pria tersebut harus didampingi secara intensif.

"Untuk menjaga kondisi Afandi, manajemen emosi dan pola makan wajib dijaga, karena psikologis sangat berperan dalam penyembuhan. Jadi Afandi harus dimotivasi setiap hari agar dia memiliki semangat untuk sembuh," ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Hidayah Basbhet menuturkan, rekam medis Afandi sudah dipelajari oleh pihaknya, dan pria 48 tahun itu dinyatakan mengalami sakit maag kronis.

"Dari hasil rekam medis baik USG dan endoskopi yang pernah dijalani Afandi, kami berkesimpulan ia mengidap maag kronis tapi lebih berujung pada ganguan psikis karena sakit yang ia derita tak kunjung sembuh," tambahnya.

Hidayah menambahkan, empat tahun terakhir Afandi tidak mau minum obat dari dokter, hanya berobat ke alternatif sehingga kondisinya semakin buruk.

"Oleh karena itu, kami akan rujuk ia ke rumah sakit agar ditangani secara intensif dari dokter, dan kami akan konsultasikan dengan dokter nantinya, terkait diperlukan atau tidak penanganan psikisnya dengan dokter jiwa," timpalnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved