Meski Difabel, Atlet Rugby ini Sukses Hingga Kancah Dunia

Terlahir dalam kondisi memiliki kelainan tulang pada kedua kakinya, tidak membuat Ni Made Ratni putus semangat menjalani kehidupan.

Meski Difabel, Atlet Rugby ini Sukses Hingga Kancah Dunia
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Terlahir dalam kondisi memiliki kelainan tulang pada kedua kakinya, tidak membuat Ni Made Ratni putus semangat menjalani kehidupan. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Eka Yulianti Fajlin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Terlahir dalam kondisi memiliki kelainan tulang pada kedua kakinya, tidak membuat Ni Made Ratni putus semangat menjalani kehidupan.

Pada tahun 2010 lalu, Ratni memberanikan diri untuk mengamputasi kedua kakinya karena ingin sekali bersekolah di sekolah umum dan memiliki banyak teman.

"Walaupun dulu orang tua sempat tidak support karena mereka takut nanti bakal susah jalan. Tapi, saya memberanikan diri sampai akhirnya saya bisa membuktikan kepada orang tua saya dan orang-orang yang takut melihat saya amputasi bahwa sekarang saya bisa beraktivitas seperti orang pada umumnya bisa mandiri dan kerja sendiri," ucap perempuan Bali yang kerap dipanggil Ratni.

Dengan keterbatasan yang dimiliki, Ratni telah sukses menjadi atlet whelchair rugby sejak 2015 silam.

Awal mula dara asal Bali tersebut menggeluti dunia rugby termotivasi oleh tawaran dari Bali Sport Fondation (BFS) untuk mengikuti seleksi olahraga rugby bagi penyandang disabilitas tahun 2015 silam.

"Kebetulan teman saya bekerja di sana dan saya dikasih info untuk ikut seleksi. Saat ada tawaran ini saya tertarik dan kebetulan suka banget kalau liat orang Korea, kalau lolos seleksi bisa ke Korea nih. Nah jadi termotivasi. Walapun, saat di Korea belum mendapat juara karena masih sangat awal, tapi dapat pengalaman yang luar biasa," papar Ratni.

Selain termotivasi pergi ke Korea, Ratni mengatakan, dirinya sangat ingin sekali terjun ke dunia olahraga. Pasalnya, selama usia sekolah, Ratni sangat jarang mengikuti olahraga lantaran keterbatasan yang dia miliki.

"Saat sekolah saya tidak bisa olahraga seperti teman-teman lain, makanya sering bengong melihat teman-teman berolahraga. Sering berandai-andai kapan ikut olahraga seperti orang lainnya," ungkapnya.

Pada saat itu, Ratni mengaku belum mengetahui hal banyak mengenai olahraga rugby.

Namun sekarang, perempuan Bali tersebut berhasil mewujudkan keinginannya hingga menjadi atlet mewakili penyandang disabilitas serta menjadi pelatih rugby bagi teman-teman penyandang disabilitas lainnya.

Halaman
12
Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help