Peneliti PSG FPB UKSW : Jika Didukung Full, 3 Tahun Lagi Indonesia Tak Perlu Impor Gandum

UKSW melalui Pusat Studi Gandum Fakultas Pertanian dan Bisnis (PSG FPB) menggelar Festival Panen Gandum

Peneliti PSG FPB UKSW : Jika Didukung Full, 3 Tahun Lagi Indonesia Tak Perlu Impor Gandum
TRIBUN JATENG/DENI SETIAWAN
Perwakilan mahasiswa FPB UKSW ikut serta memanen gandum di Kebun Salaran Desa Wates Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang, Jumat (14/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA -  Sebagai ucap syukur atas hasil tanaman gandum tropika yang cukup menggembirakan, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) melalui Pusat Studi Gandum Fakultas Pertanian dan Bisnis (PSG FPB) menggelar Festival Panen Gandum Tahun 2018.

Festival tersebut dilaksanakan di areal kebun percontohan serta penelitian, Kebun Salaran Desa Wates Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang, Jumat (14/9/2018).

Selain itu, panen gandum tersebut juga dipadukan melalui pertunjukan wayang oleh mahasiswa FPB UKSW Jose Amadeus.

“Total ada sekitar 2 hektare yang kami jadikan sebagai kebun percontohan dalam pembudidayaan tanaman gandum tropika ini. Kegiatan seperti ini sudah kami lakukan sejak 2000 silam,” kata peneliti PSG FPB UKSW Djoko Murdono kepada Tribunjateng.com, Jumat (14/9/2018).

Selama belasan tahun itu, terangnya, setidaknya dapat menghasilkan sekitar 2,9 ton gandum di tiap hektarenya.

Dan selama ini pula, sebagian hasil dari panen tersebut kemudian dijadikan bibit. Lalu ada yang dibagikan kepada petani setempat dan dibuat tepung.

“Ini belum untuk komersil, diperjual-belikan. Masih butuh proses sangat panjang jika hendak mengarah ke arah tersebut. Jadi, sementara waktu ini kami masih terus untuk merisetnya. Mencari varietas-varietas bibit yang bisa ditanam di semua daerah di Indonesia,” ucapnya.

Menurutnya, terkait varietas yang saat ini telah berhasil ditemukan serta dipanen tersebut merupakan jenis gandum dataran rendah serta menengah.

Dan menurutnya, itu masih perlu diperluas kembali. Dimana jenis-jenis itu bisa ditanam di semua daerah.

Halaman
123
Penulis: deni setiawan
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help