Stok Air Bersih Kurang, BPBD Purbalingga Ajukan Penambahan ke Provinsi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga, Jawa Tengah mengalami defisit persediaan air bersih.

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga, Jawa Tengah mengalami defisit persediaan air bersih.

Untuk menutupi kekurangan itu, BPBD mengajukan bantuan air bersih ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. BPBD juga berencana menambah cadangan bantuan air bersih dari alokasi Belanja Tidak Tetap (BTT) APBD Purbalingga 2018.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Purbalingga, Muhsoni mengatakan, pihaknya sebenarnya telah menaikkan anggaran untuk bantuan air bersih melalui anggaran perubahan APBD, dari 750 tangki menjadi 1000 tangki air bersih.

Penambahan ini mengingat dampak kemarau terus meluas di sejumlah desa di Purbalingga.

Ternyata persediaan sebanyak itu pun belum cukup memenuhi kebutuhan masyarakat yang dilanda kekeringan.

Hingga Jumat ini saja, sudah sebanyak 1.171 tangki didistribusikan ke 57 desa di 13 kecamatan terdampak kekeringan.

Angka ini tentu sudah melewati alokasi anggaran BPBD Purbalingga untuk bantuan air bersih.

Permohonan bantuan air bersih saat ini berkisar 20 tangki per hari. BPBD hanya bisa melayani sebanyak 15 tangki. Hingga Oktober 2018 mendatang, BPBD masih membutuhkan sekitar 900 tangki bantuan air bersih.

"Karena itu kami mengusulkan bantuan ke provinsi, juga ke BTT,” kata Muhsoni, Jumat (14/9).

Meski desa terdampak cukup luas, krisis air bersih di Purbalingga tahun ini bukanlah yang terparah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Pada tahun 2011 silam, BPBD bahkan pernah mendistribusika 2 ribu tangki lebih untuk penanganan kekeringan.

Muhsoni mengatakan, musim kemarau di Purbalingga diperkirakan terjadi hingga dasarian awal Oktober 2018.

Meski dampak kemarau cukup terasa, Muhsoni mengklaim jumlah desa kekeringan relatif berkurang.

Pada tahun-tahun sebelumnya, terdapat 65 hinhga 70 desa yang terdampak kekeringan. Sementara pada kemarau tahun 2018 ini, desa yang terdampak hingga saat ini masih bawah 60 desa.

Masuknya program Pamsimas dan bantuan pipanisasi di desa-desa rawan kekeringan ikut mengentaskan desa-desa dari krisis air bersih.(*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved