LDII Jateng Deklarasikan Anti Hoax dan Radikalisme

DPW LDII Provinsi Jawa Tengah mengutuk keras dan menyatakan perang terhadap fitnah, ujaran kebencian, hoax atau kabar bohong dan radikalisme

LDII Jateng Deklarasikan Anti Hoax dan Radikalisme
Tribunjateng.com/Hermawan Endra
Deklarasi anti hoax dan radikalisme bersama LDII, MUI dan Polda Jateng, di Gedung Al Barokah, komplek masjid Al Wali Semarang, Sabtu (15/9). 

Laporan wartawan Tribun Jateng Hermawan Endra Wijonarko

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - DPW LDII Provinsi Jawa Tengah mengutuk keras dan menyatakan perang terhadap fitnah, ujaran kebencian, hoax atau kabar bohong dan radikalisme.

Sebab perilaku tersebut menimbulkan ketidakharmonisan di antara elemen masyarakat. Bahkan bisa berakibat pada class of civilization, konflik horisontal yang menghancurkan sendi-sendi kehidupan negara.

Demikian disampaikan Ketua Umum LDII, Prof Dr Ir KH Abdullah Syam, saat deklarasi anti hoax dan radikalisme bersama MUI dan Polda Jateng, di Gedung Al Barokah, komplek masjid Al Wali Semarang, Sabtu (15/9).

Menurut Abdullah Syam, hoax dan radikalisme bukanlah ajaran Islam. Oleh sebab itu, seiring perkembangan IT, pihaknya pun gencar melakukan sosialisasi serta workshop bijak bermedia sosial di tingkat daerah seperti yang dilakukan di NTB, Riau dan provinsi lain.

Deklarasi ANtihoax
Deklarasi ANtihoax (hermawan endra)

Ia mengajak seluruh warga LDII dan segenap lapisan masyarakat untuk menumbuh suburkan karakter bangsa Indonesia agar bisa mengimplementasikan hidup yang rukun, kompak, kerjasama, jujur, amanah, dan kerja keras.

Sementara itu, Ketua MUI Jateng, KH Ahmad Daroji, menambahkan, kerjasama ini dibutuhkan karena TNI Polri tentunya memiliki keterbatasan personil untuk mencegah menyebarkan hoax dan radikalisme. Oleh sebab itu diperlukan kesadaran masyarakat untuk ikut membantu.

Caranya dengan tidak mudah menyebarluaskan berita yang bisa memunculkan konflik. Selain itu istilah tahun politik sebaiknya diganti dengan istilah tahunnya pesta demokrasi karena terkesan lebih sejuk dan damai.

Deklarasi ANtihoax
Deklarasi ANtihoax (hermawan endra)

Wakapolda Jateng, Brigjen Pol Drs Ahmad Luthfi, mengungkapkan bahwa trend saat ini masyarakat mulai sadar dan tahu bagaimana menyikapi berita hoax dan mengandung unsur radikalisme. Mereka tidak mudah begitu saja bertindak menyebarluaskan berita yang tidak jelas sumbernya.

Ia berharap situasi kondusif di Jawa Tengah bisa terus dipertahankan. Terlebih di tahun politik seperti sekarang ini. Sangat riskan sekali dibumbui tindakan tidak benar seperti adu domba fitnah, ujaran kebencian, dan hoax.

Pihaknya memandang penting menjalin kerjasama dengan organisasi masyarakat seperti LDII atau MUI untuk bersama - sama memerangi hoax dan radikalisme. Sebab dengan bantuan masyarakat seperti ini akan lebih efektif mengantisipasi atau memberantas beredarnya hoax.

Setelah menggelar deklarasi anti hoax dan radikalisme acara dilanjutkan pelatihan kepemimpinan. Tujuannya agar bisa menghasilkan calon pemimpin yang siap tampil di kancah organisasi yang lebih tinggi. (*)

Penulis: hermawan Endra
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved