Menristekdikti Yakin Ketika Banyak Perguruan Tinggi Lakukan Riset, Posisi Indonesia Kian Menanjak

Di beberapa kampus, Menristekdikti RI Prof Mohamad Nasir memaparkan tentang Era Revolusi Industri 4.0.

Menristekdikti Yakin Ketika Banyak Perguruan Tinggi Lakukan Riset, Posisi Indonesia Kian Menanjak
Tribun Jateng/Deni Setiawan
Menristekdikti RI Moh Nasir saat memaparkan tentang revolusi industri 4.0 di hadapan para mahasiswa di Gedung Balairung UKSW Kampus Jalan Diponegoro Kota Salatiga, Sabtu (15/9/2018).  

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Nyaris serupa yang disampaikan di berbagai kesempatan, di beberapa kampus, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI Prof Mohamad Nasir memaparkan tentang Era Revolusi Industri 4.0.

Secara umum, hal itu pun disampaikannya saat menjadi dosen tamu pada Kuliah Umum Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) di Gedung Balairung UKSW Kampus Jalan Diponegoro Kota Salatiga, Sabtu (15/9/2018) siang.

Di hadapan peserta kuliah –mahasiswa UKSW--, Menristekdikti menyampaikan, dilihat dari hasil kajian World Economic Forum (WEF), posisi daya saing Indonesia saat ini belum masuk 10 besar dunia.

“Soal daya saing, Indonesia masih berada di posisi 36 dari 137 negara di dunia. Itu merupakan pekerjaan rumah bersama, termasuk perguruan tinggi di Indonesia, baik negeri maupun swasta,” tuturnya.

Menurutnya, ada beberapa faktor penyebabnya. Satu di antaranya adalah masih cukup rendahnya inovasi yang dihasilkan. Inovasi rendah karena rendah pula aktivitas riset yang dilakukan perguruan tinggi.

“Itu mengapa kami selalu sampaikan dan akan terus sampaikan agar perguruan tinggi, tidak terkecuali UKSW Salatiga semakin aktif serta meningkatkan kegiatan tersebut. Dari riset itu, tentu akan menghasilkan beragam inovasi,” tukasnya.

Ketika seluruh perguruan tinggi memiliki ratusan produk inovasi yang dihasilkan dari riset, lanjutnya, secara langsung maupun tidak langsung bisa memberikan manfaat besar. Satu di antaranya adalah nilai tambah kehidupan perekonomian masyarakat Indonesia.

“Karena itu, tolong termasuk UKSW untuk semakin bisa mendorong para civitas akademika dapat memperbanyak riset. Ketika banyak riset, lalu inovasi yang dihasilkan para perguruan tinggi, daya saing Indonesia di dunia semakin menanjak posisinya,” ucap Nasir.

Berkait era Revolusi Industri 4.0, sesuai tema yang diusung dalam kuliah tamu itu “Mahasiswa Sebagai SDM Unggul Mendukung Peningkatan Daya Saing di Era Industri 4.0”, Nasir menyampaikan, dari era baru tersebut menyebabkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menjadi semakin cepat serta tak terbendung lagi.

Halaman
12
Penulis: deni setiawan
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved