Audit Bawaslu Jateng ‎Temukan 16.329 Pemilih Ganda

Hasil audit DPT yang dilakukan Jajaran Bawaslu se-Jateng menemukan adanya 48.670 pemilih ganda di daftar pemilih tetap (DPT) di Jawa Tengah.

Audit Bawaslu Jateng ‎Temukan 16.329 Pemilih Ganda
Tribun Jateng/Dwi Laylatur Rosyidah
Penyerahan secara simbolis dokumen DPT Pemilu 2019 dari KPU Jateng ke Bawaslu Jateng di sela rapat pleno terbuka rekapitulasi DPT, di hotel Oak Tree Semarang, Kamis (30/8/2018).  

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Hasil audit daftar pemilih tetap yang dilakukan Jajaran Bawaslu se-Jateng menemukan adanya 48.670 pemilih ganda di Jawa Tengah.

Temuan itu sudah diserahkan Bawaslu kepada KPU Kabupaten/Kota di Jawa Tengah untuk ditindaklanjuti dengan melakukan cek dan ricek secara bersama-sama.

"Dari cek and ricek bersama dihasilkan adanya 16.329 data pemilih di Jawa Tengah yang terbukti ganda sehingga langsung dilakukan pencoretan," kata Divisi Pengawasan Bawaslu Jateng, Anik Solihatin, dalam keterangan tertulis, Minggu (16/9).

Sedangkan 11.162 lain sisanya, menurut dia, diperbaiki elemen datanya karena sesungguhnya secara faktual setelah dicek bukan ganda, melainkan ada elemen data identik akibat input data yang tidak tepat.

"Temuan Bawaslu Jateng mengenai DPT ganda yang paling banyak di Kabupaten Banyumas sebanyak 6.777. Adapun yang paling sedikit di Kota Magelang 14 pemilih," terang Anik.

Bawaslu Jawa Tengah mengakui, adanya data pemilih yang ganda ini terbilang kecil karena hanya 0.01 persen dari jumlah keseluruhan pemilih.

Tapi dalam prinsip pengelolaan DPT, bukan besar atau kecilnya angka melainkan pada kualitas penyusunan yang valid dan tepat.

"Sebab, satu saja data pemilih tidak akurat maka itu adalah masalah dalam pemilu," tegasnya.

Hasil temuan Jajaran Bawaslu yang ditindaklanjuti lalu dieksekusi KPU, baik dengan cara dicoret maupun diperbaiki elemen datanya. Temuan dari Bawaslu mengenai data pemilih ganda ini prosentase validitasnya mencapai 89 persen.

"Semua temuan mengenai DPT sudah ditindaklanjuti KPU dan sudah ada rekap tingkat provinsi. Jumlah DPT perbaikan se-Jateng menyusut 34.854 pemilih," ucap dia.

Divisi Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Jateng, Rofiuddin‎, menegaskan meski sudah dilakukan rekap DPT hasil perbaikan tingkat provinsi, Bawaslu tetap akan melakukan audit lagi terhadap by name by adress untuk memastikan bahwa daftar pemilih ganda memang sudah dicoret.

Untuk itu Bawaslu Jateng meminta KPU Jateng segera menyampaikan data pemilih hasil perbaikan secara by name by address.

"Saat ini sedang nenunggu hasil rekap nasional," ucapnya. (yan)

Penulis: yayan isro roziki
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help