Belum Setahun sudah 24.860 Pelanggaran Lalulintas di Kudus, Ini Data Lengkapnya

Belum Setahun sudah 24.860 Pelanggaran Lalulintas di Kudus, Ini Data Lengkapnya

Belum Setahun sudah 24.860 Pelanggaran Lalulintas di Kudus, Ini Data Lengkapnya
TRIBUNJATENG/RIFQI GOZALI/IST
Belum Setahun sudah 24.860 Pelanggaran Lalulintas di Kudus, Ini Data Lengkapnya 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Sepanjang Januari sampai pertengahan September 2018 terjadi pelanggaran sebanyak 24.860. Umumnya pelanggaran dilakukan oleh pengendara sepeda motor.

Berdasarkan keteragan Kasat Lantas Polres Kudus AKP Eko Rubiyanto melalui Kepala Urusan Pembinaan Operasi Lalu Lintas Iptu Sucipto, dari berbagai pelanggaran yang terjadi, di antaranya yakni pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara karena tidak membawa kelengkapan surat, misalnya Surat Izin Mengemudi (SM), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), dan melanggar rambu-rambu lalu lintas. Serta ada pula pelanggaran oleh pengendara karena tidak mengenakan helm.

“Untuk pelanggaran karena tidak menyalakan lampu pada siang hari relatif berkurang. Sebab, kendaraan roda dua yang diproduksi saat ini sudah menerapkan fitur lampu langsung hidup tanpa ada saklar untuk mematikan,” kata Sucipto.

Untuk kasus pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara kendaraan roda empat atau lebih, katanya, cenderung pada pelanggaran karena tidak mengenakan sabuk pengaman, kelebihan muatan, atau tidak menutup muatan.

“Sejauh ini, sejak awal tahun hingga pertengan September terdapat sekitar 6 ribu pengendara roda empat yang telah ditilang,” jelasnya.

Adapun pelanggaran lalu lintas tertinggi yang telah ditindak terjadi pada Maret 2018. Saat itu pelanggaran mencapai 5.018 kendaraan. Kemudia pada Agustus 2018 pelangaran mencapai 4.298 kendaraan. Sedangkan, pelanggaran paling sedikit terjadi pada Juni dan Juli 2018 hanya 332 dan 528 pelanggar.

“Pada bulan September sampai pertengahn bulan sudah ada sekitar 2 ribu pelanggar,” katanya.

Dari catatan tersebut tentu terdapat upaya untuk mengurangi adanya pelanggaran. Satu di antara yang dilakukan yaitu dengan menggelar operasi tertib lalu lintas secara rutin. Sebab, tingginya kesadaran masyarakat akan ketertiban lalu lintas akan berimbas pada berkurangnya angka kecelakaan.

“Selain operasi ketertiban lalu lintas, kami juga gelar sosialisasi ketertiban lalu lintas,” katanya. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help