Kirab Satu Negeri Pembawa Merah Putih Dimulai dari Lima Titik Terluar Indonesia

Lima titik pemberangkatan adalah Sabang (Aceh), Nunukan (Kalimantan Utara), Miangas (Sulawesi Utara), Rote (NTT) dan Merauke (Papua).

Kirab Satu Negeri Pembawa Merah Putih Dimulai dari Lima Titik Terluar Indonesia
Istimewa
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Yaqut Cholil Qoumas di Tugu Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) Jalan Raya Mandala Merauke, Papua, saat pelepasan tim Kirab Satu Negeri. 

TRIBUNJATENG.COM, MERAUKE - Minggu pagi (16/9/2018), Tim Kirab Satu Negeri yang membawa Bendera Merah Putih berkeliling seluruh wilayah Indonesia serentak bertolak dari lima titik terluar.

Lima titik pemberangkatan adalah Sabang (Aceh), Nunukan (Kalimantan Utara), Miangas (Sulawesi Utara), Rote (NTT) dan Merauke (Papua).

Di Merauke, tim kirab dilepas langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas.

Pemberangkatan dilakukan dengan mengambil lokasi bersejarah, yakni di Tugu Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) Jalan Raya Mandala Merauke.

Tepat pukul 07.00 Waktu Indonesia Timur (WIT), Gus Yaqut, panggilan akrabnya, melepas tim kirab yang berjumlah 17 orang dengan membawa bendera Merah Putih.

Sebelum pelepasan, digelar upacara singkat yang diikuti antara lain anggota Banser, Muslimat, Fatayat, IPNU, IPPNU, PMII dan ratusan siswa-siswi Kabupaten Merauke.

Hadir pula jajaran Pemkab Merauke, kepolisian, TNI, MUI, dan perwakilan sejumlah organisasi kemasyarakatan. Pelepasan ditandai dengan penyerahan Bendera Merah Putih secara simbolis kepada Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Papua Amir Madubun. Oleh Amir, 17 bendera tersebut kemudian dikirab menuju Jayapura.

Di depan ratusan peserta upacara, Gus Yaqut mengungkapkan latar belakang digelarnya Kirab Satu Negeri yang melibatkan sekitar 1 juta anggota Ansor se-Indonesia itu.

Begitu besarnya anggota yang terlibat, jelas Gus Yaqut, tentu bukan hal mudah untuk mengorganisasinya.

Apalagi rute kirab melewati seluruh pelosok Nusantara yang memiliki karakteristik wilayah, budaya, bahasa yang berbeda-beda.

Halaman
12
Editor: m nur huda
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help