Kasus Pembunuhan

Pelaku Pembunuhan Teriak 'Saya Di Bawah Umur' Saat Digerebek Polisi

D langsung berteriak ia seorang pemuda di bawah umur saat digerebek di rumahnya, Sabtu (15/9).

Pelaku Pembunuhan Teriak 'Saya Di Bawah Umur' Saat Digerebek Polisi
tribunjateng/hermawan handaka
Kapolsek Semarang Barat, Kompol Donny Eko Listianto saat melakukan gelar perkara pembunuhan. Pelaku inisial DC mencekik Ninin hingga tewas, Sabtu (15/9) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kapolsek Semarang Barat, Kompol Donny Eko Listianto, mengungkapkan, D memiliki catatan kriminal lain. Sebelumnya, D pernah ditangkap atas dugaan percobaan pembegalan.

"D ini diketahui memiliki catatan kriminal sebelumnya, ia pernah ditangkap atas dugaan percobaan pembegalan di wilayah Boja. Namun, karena kurang cukup bukti, saat itu ia dilepas," kata Donny saat gelar perkara di Mapolsek setempat, Sabtu (15/9).

Meski catatan kejahatannya tidak mencerminkan anak-anak pada umumnya, Donny tetap harus mematuhi peraturan undang-undang perlindungan anak. Di antaranya, tak bisa menjerat D menggunakan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati. Pada undang-undang perlindungan anak, hukuman maksimal yang bisa diterapkan pada tersangka adalah hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Kejahatan yang dilakukan tak akan menimbulkan hukuman mati atau seumur hidup sepertinya disadari D.

Seorang anggota resmob yang enggan menyebutkan namanya mengungkap, D langsung berteriak ia seorang pemuda di bawah umur saat digerebek di rumahnya, Sabtu (15/9).

Ucapan itu dibenarkan D saat ditemui di Mapolsek Semarang Barat. "Iya, memang saya langsung berteriak saya di bawah umur, refleks saja biar nggak diapa-apain," ungkap remaja yang bekerja serabutan itu.

Meski demikian, anggota resmob tidak langsung percaya. Mereka melihat kartu keluarga tersangka untuk memastikan D memang masih berusia remaja untuk memastikan. (tribunjateng/cetak/val)

Penulis: rival al-manaf
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help