Ratusan PKL Taman KB Direlokasi ke Kawasan Stadion Diponegoro

Dinas Perdagangan Kota Semarang kembali menata ratusan pedagang kaki lima (PKL).

Ratusan PKL Taman KB Direlokasi ke Kawasan Stadion Diponegoro
eka yulianti fajlin
PKL Taman KB 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perdagangan Kota Semarang kembali menata ratusan pedagang kaki lima (PKL).

Kali ini, Dinas Perdagangan akan merelokasi ratusan PKL yang berjualan setiap Jumat pagi dan Minggu pagi saat car free day di area Taman Menteri Supeno atau Taman KB.

Pedagang masakan Jepang saat CFD di sekitar Taman KB, Angga Nugroho mengungkapkan, ia bersama pedagang lainnya telah menerima sosialisasi rencana relokasi tersebut. Angga sudah beberapa kali meninjau langsung tempat yang akan digunakan untuk berdagang yaitu di kawasan Stadion Diponegoro, Jalan Ki Mangunsarkoro.

''Kami mendukung kebijakan Pemkot terkait penataan pedagang di area CFD. Minggu depan kami siap pindah ke stadion,'' katanya, Minggu (16/9/2018).

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, rencana sterilisasi PKL CFD dan Jumat pagi di area Taman KB mulai diberlakukan Minggu (23/9/2018) depan. Hal itu dilakukan agar Taman KB yang saat ini dalam proses revitalisasi, menjadi bersih dari PKL.

"Jadi mulai Minggu depan, semua PKL harus sudah pindah. Termasuk PKL yang berjualan Jumat pagi. Mereka kami tempatkan di lokasi depan Stadion Diponegoro, Jalan Ki Mangunsarkoro," kata Fajar usai melakukan sosialisasi relokasi kepada PKL CFD.

Selain melakukan sosialisasi, Dinas Perdagangan Kota Semarang juga telah memasang spanduk pemberitahuan dan imbauan agar para pedagang pindah. Saat ini, proses revitalisasi Taman KB yang juga dilakukan pembangunan Taman Indonesia Kaya telah memasuki tahap akhir. Diperkirakan revitalisasi akan selesai awal Oktober mendatang.

Menurut Fajar, Pemkot telah merencanakan agar area Taman Indonesia Kaya atau kegiatan CFD tidak boleh lagi ada PKL yang berjualan di sekitar Taman KB. Selain agar tidak membuat kumuh sekitar taman, juga lokasi Taman KB nantinya agar bisa dinikmati masyarakat.

"Sementara untuk PKL tahu gimbal dan jagung bakar, untuk sementata tetap boleh berjualan di sekitar Taman KB. Karena mereka sifatnya sementara sambil menunggu pembangunan shelter PKL di Jalan Pandanaran II," ujarnya.

Untuk relokasi PKL CFD dan Jumat pagi, Fajar menuturkan, telah menyiapkan lahan relokasi di Stadion Diponegoro yang akan ditempati para PKL. Saat ini telah ada 160 lapak atau 164 alas dasaran PKL Jumat pagi atau CFD yang telah mendaftarkan diri untuk direlokasi ke Stadion Diponegoro.

Ukuran tempat dasaran PKL di Stadion Diponegoro dipatok rata yaitu 2,5x2 meter. Lokasinya tepat di sebelah barat stadion. Selain itu, ada 34 PKL dengan ukuran alas dasaran yang sama dan ditempatkan di dekat kantor PGRI.

"Kami telah menyiapkan sekitar 200 lebih alas dasaran baru di sana. Kegiatan dagang hanya diperbolehkan saat minggu pagi, mulai 04.30 hingga 10.00. Selama waktu itu, Jalan Ki Mangun Sarkoro akan ditutup,'' jelasnya.

Perwakilan Persatuan Pedagang Kreatif Lapangan Stadion Diponegoro, Ringgo Sucahyo Tunggal Rino, mengatakan, ia diminta bantuan untuk turut mempersiapkan kehadiran pedagang relokasi yang akan menempati kawasan stadion pada pekan depan. Dia mengaku lokasi akan kembali ditata kembali agar mereka dapat berjualan bareng pedagang lama di Stadion Diponegoro.

''PKL di Stadion Diponegoro selama ini tercatat telah ada 800 pedagang. Rata-rata merupakan pedagang pakaian, aksesoris, dan kuliner,'' paparnya. (Nal)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help