Setelah Tewaskan 14 Orang di Filipina, Hari Ini Badai Mangkhut Terjang Hongkong

Setelah menewaskan sedikitnya 14 orang di Filipina bagian utara, Topan Mangkhut kini menghantam ke Hongkong, Minggu (16/9/2018).

Setelah Tewaskan 14 Orang di Filipina, Hari Ini Badai Mangkhut Terjang Hongkong
bbc
Setelah menewaskan sedikitnya 14 orang di Filipina bagian utara, Topan Mangkhut kini menghantam ke Hongkong, Minggu (16/9/2018). 

TRIBUNJATENG.COM - Setelah menewaskan sedikitnya 14 orang di Filipina bagian utara, Topan Mangkhut kini menghantam ke Hongkong, Minggu (16/9/2018).

Topan yang membawa angin dengan kecepatan 185 kilometer/jam itu telah memicu 42 insiden longsor dan mengakibatkan banjir luas.

Hampir semua bangunan di Kota Tuguegarao, yang merupakan ibu kota Provinsi Cagayan di bagan timur laut Filipina, menderita kerusakan parah.

Setelah menewaskan sedikitnya 14 orang di Filipina bagian utara, Badai Mangkhut kini menghantam ke Hongkong, Minggu (16/9/2018).
Setelah menewaskan sedikitnya 14 orang di Filipina bagian utara, Badai Mangkhut kini menghantam ke Hongkong, Minggu (16/9/2018). (epa)

Francis Tolentino, penasihat politik Rodrigo Duterte, mengatakan paling tidak 14 orang kehilangan nyawa.

Di antara mereka, terdapat dua anggota regu penyelamat yang meninggal dunia ketika sedang membantu para korban yang terjebak di tanah longsor.

Kemudian, menurut Wali Kota Baguio, Mauricio Domogan, kepada CNN Filipina, belasan orang hilang dan sistem drainase kewalahan menampung limpahan air banjir.

Sementara itu, pusat pengungsian di Kota Aparri mengalami kerusakan dan jaringan telepon seluler tak berfungsi.

Koresponden BBC, Jonathan Head, yang melaporkan dari Luzon, menyaksikan 200 orang mengungsi ke sebuah sekolah. Namun, kemudian mereka harus dievakuasi lagi karena tanggul yang menahan luapan air sungai bakal jebol.

"Kami benar-benar takut. Mereka bilang topan ini bakal sangat kuat, sehingga kami terlalu takut untuk bertahan," kata salah seorang pengungsi, Delaila Pasion, kepada kantor berita AFP.

"Saat musim hujan sebelumnya, setengah rumah kami hancur. Karena itu sekarang saya ingin membawa cucu saya ke tempat yang aman," imbuhnya.

Halaman
12
Editor: iswidodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help