Setya Novanto Tempati Sel Ukuran Besar di Lapas Sukamiskin, Begini Reaksi KPK

Setya Novanto Tempati Sel Ukuran Besar di Lapas Sukamiskin, temuan Ombudsman RI. Padahal hal itu dulu pernah diungkap Najwa Shihab

Setya Novanto Tempati Sel Ukuran Besar di Lapas Sukamiskin, Begini Reaksi KPK
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Mantan Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) kembali jadi sorotan, setelah tim Ombudsman RI menemukan fakta selnya di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, berukuran besar.

Merespon temuan itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) minta Ditjen Pemasyarakatan menindaklanjuti secara serius.

"Temuan Ombudsman itu mestinya ditindaklanjuti secara serius oleh Ditjen Lembaga Pemasyarakatan. Apalagi Dirjen Pemasyarakatan dan jajarannya pernah datang ke KPK. Dalam kesempatan itu ia menyatakan akan melakukan perbaikan di lembaga pemasyarakatan," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Jakarta, Sabtu (15/9).

Jika Ditjen Pemasyarakatan menjalankan komitmennya, seharusnya tidak ada lagi temuan sel tak wajar di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin.
KPK juga berharap ada langkah konkret dari Kementerian Hukum dan HAM (Kememkumham) untuk melakukan perbaikan di dalam lapas.

"Kami harap perbaikan bisa dikonkretkan tidak hanya dalam pernyataan," ucapnya.
Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Ade Kusmanto menyatakan, tak akan ada lagi perlakuan diskriminatif terhadap para narapidana, termasuk Setnov. Menurut dia, ukuran kamar yang dihuni Novanto juga dihuni oleh narapidana lain.

Dia mengungkapkan, di Lapas Sukamiskin terdapat dua ukuran kamar yang dihuni narapidana. Seluruh kamar itu dibangun pada masa penjajahan Belanda.
Pertama, kamar berukuran 160 cm x 250 cm yang berjumlah 381 unit atau lebih dari 70 persen dari total 544 kamar di Lapas Sukamiskin. Kedua, kamar berukuran 250 cm x 350 cm yang berjumlah 163 unit.

"Setya Novanto menempati kamar hunian ukuran 250 x 350 cm yang dihuni juga oleh narapidana lain," katanya.

Pembenahan

Ade menyatakan, saat ini Lapas Sukamiskin sedang dalam pembenahan dan penertiban agar tidak terjadi lagi peristiwa tertangkapanya para pejabat di penjara itu karena pemberian fasilitas kepada para narapidana tertentu.

Dia menambahkan, pembenahan dan penertiban dilakukan secara bertahap untuk menghindari gejolak yang menggangu stabilitas keamanan dan ketertiban. "Langkah nyata yang sudah dilakukan adalah pembongkaran saung-saung yang dijadikan tempat bertemu para narapidana dengan keluarganya," paparnya.

Halaman
12
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help