Jurnal Serigala Loyola

Gelar Career Day 2018, SMA Kolese Loyola Datangkan Pencetus Bandungtalentsource.com

SMA Kolese Loyola gelar Career Day. Kegiatan yang diselenggarakan sebagai rangkaian dari kegiatan Loyola Education Fair (LEF).

Gelar Career Day 2018, SMA Kolese Loyola Datangkan Pencetus Bandungtalentsource.com
ISTIMEWA
Suryatin Satiawan, pencetus bandungtalentsource.com 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - SMA Kolese Loyola gelar Career Day, Jumat (14/9/2018). Kegiatan yang diselenggarakan sebagai rangkaian dari kegiatan Loyola Education Fair (LEF).

Career day diharapkan bisa membuka wawasan dan menjawab keingintahuan siswa tentang dunia profesional dan dunia kerja.

Suryatin Satiawan, pencetus bandungtalentsource.com dan alumnus SMA Kolese Loyola tahun 1973, menjadi salah satu narasumber yang membahas tentang Digitalisasi Bisnis. Pria Kelahiran 20 Desember 1954 ini juga menjabat sebagai sponsor of start up seperti Kadoqu.com, etniqita.com, kongkow.com, dan aplikasbisnis.com dan advisor for Digital Business, Management, and Leadership to PT. Pegadaian.

Dalam presentasi selama dua setengah jam, Suryatin mengajak peserta untuk meneropong ke depan, mengenai apa yang akan terjadi ketika generasi milenial mulai bekerja.

Menurutnya, di tahun 2020 mulai marak profesi yang tidak lagi membutuhkan manusia sebagai pelakunya, tapi diganti tenaga robot menggunakan artificial intelligence/AI, atau yang kita kenal dengan kecerdasan buatan.

“Apabila semua tergantikan oleh robot, lalu bagaimana dengan nasib pekerja Indonesia?” tanya salah satu peserta presentasi.

Secara meyakinkan, Suryatin memaparkan bahwa ada beberapa profesi yang hilang, seperti pekerjaan kasar, pekerjaan kantor dan dermatologis.

Ada pula profesi yang  masih bertahan, seperti pekerjaan bidang seni, psikolog, chef, guru dan desainer.

Paling menarik adalah munculnya profesi baru yang berkaitan dengan inovasi yang mempermudah segala pekerjaan manusia, dan juga adanya kecenderungan orang untuk menjadi freelancer.

“Apa yang diberikan oleh Pak Suryatin memberikan gambaran jelas mengenai keberadaan profesi di masa mendatang. Sekarang saya mulai mempertimbangkan untuk menghindari beberapa profesi yang akan berkurang peluang kerjanya,” ujar Yudi, salah satu peserta presentasi.

Menurut Suryatin, ijazah memang sangat penting bagi Indonesia, tapi kita tidak akan pernah maju tanpa mempelajari ilmu baru dan dunia luar.

Pria yang punya hobi ikan hias ini juga menegaskan agar para peserta - generasi milenial tidak hanya terpaku pada pelajaran sekolah. Di luar sana banyak sekali sumber belajar atau MOOC (Massive Open Online Course)seperti udemy.com dan edx.org.

Di akhir sesi,  lulusan ITB fakultas Teknik Elektro ini berpesan Jika ingin sukses para peserta harus mau belajar sendiri, cari ilmu sendiri, cari kesempatan dan kejarlahlah ketinggalan Indonesia.

"Jangan menjadi orang Indonesia yang ‘kenyang’ sehingga tidak mencari apa-apa. Carilah dan galilah potensi diri sendiri,” ujarnya.  (Maureen/Serigala Loyola)

Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved