Gaikindo: Penjualan Otomotif Naik 11,4 Persen

Penjualan retail atau dari diler ke konsumen pada periode Januari-Agustus 2018 mencapai 759.167 unit atau naik 11,4 persen

Gaikindo: Penjualan Otomotif Naik 11,4 Persen
tribun jateng/m zaenal arifin
Seorang sales berpose di depan All New Fortuner TRD yang dipajang saat gathering di Sixteen 8 Resto, Jalan Ki Mangunsarkoro, Semarang, Kamis (14/9/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Pasar otomotif nasional mulai bergairah. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) penjualan retail atau dari diler ke konsumen pada periode Januari-Agustus 2018 mencapai 759.167 unit atau naik 11,4 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 681.557 unit.

Sedangkan untuk penjualan wholesales atau dari pabrikan ke diler mencapai 763.336 unit atau naik 6,9 persen dibanding periode sama tahun lalu sebesar 714.075 unit.

Penjualan mobil nasional dari periode Januari hingga Agustus masih didominasi oleh model Low Multi Purpose Vehicle (LPMV) dan juga Low Cost Green Car (LCGC). Melihat angka tersebut, Gaikindo yakin penjualan mobil hingga akhir tahun 2018 mampu menembus 1,1 juta unit.

Beberapa koleksi Mobil yang ada di Diler resmi Wuling Motors Jl. Jenderal Sudirman Semarang.
Beberapa koleksi Mobil yang ada di Diler resmi Wuling Motors Jl. Jenderal Sudirman Semarang. (TRIBUN JATENG/DESTA LEILA KARTIKA)

Ketua Umum Gaikindo, Johannes Nangoi mengatakan, rata-rata penjualan mobil mencapai hampir 100 ribu unit per bulan. "Sampai bulan Agustus 2018 sudah mencapai 765 ribu unit, itu angka yang baik sekali," jelas Johannes kemarin.

Menggeliatnya pasar otomotif juga dikatakan Brand Manager Wuling Motors Indonesia, Dian Asmahani. Menurutnya, penjualan Wuling hingga Agustus lalu masih positif.

Tercatat penjualan ritel Wuling mencapai 10.497 unit. Padahal tahun ini produsen otomotif asal China itu mematok target penjualan 30 ribu unit lewat model Multi Purpose Vehicle (MPV) Confero dan juga model terbaru Cortez.

ILUSTRASI mobil Honda Brio di SEmarang
ILUSTRASI mobil Honda Brio di SEmarang (tribunjateng/m sofri kurniawan)

"Kami masih mengevaluasi target jual dan fokus kami untuk saat ini memperkuat after sales lewat jaringan diler yang saat ini sudah mencapai 81," kata Dian, Rabu (19/9).

Dian mengatakan, model LPMV masih menjadi pasar terbesar Indonesia. Selain itu ada model SUV yang diyakini juga prospeknya baik. Apalagi tahun depan rencananya Wuling akan mengeluarkan model SUV terbarunya. Sayangnya detail waktunya belum bisa dibeberkan.

Sebelumnya, Marketing & After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor (HPM), Jonfis Fandy mengatakan, saat ini pasar LPMV masih mendominasi sekitar 32 persen dari pasar nasional. Disusul pasar LCGC yang berkontribusi 26 persen. "Segmen LCGC masih akan terus naik walaupun pasar flat di angka 1 juta unit," kata Jonfis.

Seorang model berpose di mobil peserta Agya Show Off 2017 yang dipamerkan di Atrium Mal Paragon Semarang, Selasa (24/10/2017).
Seorang model berpose di mobil peserta Agya Show Off 2017 yang dipamerkan di Atrium Mal Paragon Semarang, Selasa (24/10/2017). (TRIBUN JATENG/M ZAENAL ARIFIN)

Sayangnya untuk detail penjualan Honda, ia belum mau diinformasikan. Tetapi Jonfis mengakui target penjualan nasional yang dicanangkan Gaikindo tahun ini bisa terlampaui. Sebagai catatan, Honda baru saja meluncurkan model Honda Brio baru yang menyasar pasar LCGC dan juga city car.

Halaman
12
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help