Sekda Pemkab Tegal Optimis Pasar Bojong Rampung Desember

Bahkan, tenaga kerja yang sebelumnya 50 orang, kini sudah bertambah menjadi 90 orang.

Sekda Pemkab Tegal Optimis Pasar Bojong Rampung Desember
Sekda Kabupaten Tegal Widodo Joko Mulyono melakukan monev di Pasar Bojong, Rabu (19/9/2018) pagi. Joko didampingi Asisten II Administrasi Pembangunan, Nur Mamun, Kepala Bappeda Suharmanto, dan sejumlah jajaran Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Pembangunan Pasar Bojong, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah ditarget selesai Desember 2018.

Hal itu terungkap saat Sekda Kabupaten Tegal Widodo Joko Mulyono, melakukan monitoring evaluasi (monev) di pasar tersebut, Rabu (19/9/2018) pagi.

Saat monev, dia didampingi Asisten II Administrasi Pembangunan Setda Kabupaten Tegal, Nur Mamun, Kepala Bappeda Kabupaten Tegal Suharmanto, dan sejumlah jajaran Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM setempat.

Dalam monev itu, Joko meminta supaya pembangunan Pasar Bojong selesai pada awal Desember.

Baca: Pastikan ASN Netral, Sekda Optimistis Kabupaten Tegal Damai Saat Pemilu Nanti

Pembangunan pasar itu sendiri menggunakan APBD II sebesar Rp 14 miliar.

"Pelaksanaannya sudah berlangsung sejak dua bulan lalu. Kalau melihat dari persiapannya, kami optimis 13 Desember bisa selesai," ungkap Joko kepada Tribunjateng.com, Rabu (19/9/2018).

Dia mengaku mendapat informasi dari Manajemen Kontruksi (MK) pembangunan Pasar Bojong bahwa pemenang lelang proyek tersebut sudah menyediakan material untuk 3 bulan ke depan.

Bahkan, tenaga kerja yang sebelumnya 50 orang, kini sudah bertambah menjadi 90 orang.

Joko berharap tenaga kerja dimaksimalkan menjadi 150 orang.

Hal itu seiring dengan musim hujan yang diprediksi akan terjadi pada awal bulan November 2018 mendatang.

"Mendekati musim hujan harus diantisipasi dengan penambahan tenaga kerja agar bisa lembur sampai jam sepuluh malam," pesan Joko.

Lebih lanjut, Dirinya tak menampik dalam pembangunan pasar tersebut memang tak luput dari beberapa kendala.

Biasanya, kata Joko, kendalanya tidak sejalan antara perencanaan dengan kenyataan.

Untuk itu, MK dan pengawas serta pemborong diminta supaya saling koordinasi. (*)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved