Gatot Nurmantyo dan Tommy Soeharto Dapat Gelar Kebangsawanan dari Mangkunegara IX

Gatot Nurmantyo dan Tommy Soeharto Dapat Gelar Kebangsawanan dari Mangkunegara IX, Rabu (19/9/2018).

Gatot Nurmantyo dan Tommy Soeharto Dapat Gelar Kebangsawanan dari Mangkunegara IX
tribunjateng/akbar hari mukti
Jenderal TNI Purn Gatot Nurmantyo mendapatkan gelar Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Gatot Nurmantyo dari Mangkunegoro IX 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Sejumlah tokoh mendapatkan kekancingan atau gelar kebangsawanan dari Mangkunegara IX, Rabu (19/9/2018).

Di antaranya mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto hingga pengusaha Sigid Haryo Wibisono mendapatkan gelar tersebut.

Jenderal TNI Purn Gatot Nurmantyo mendapatkan gelar Pangeran Haryo dan selanjutnya disebut dengan Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Gatot Nurmantyo.
Kemudian Tommy Soeharto mendapat sebutan Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) H Hutomo Mandala Putra.

Sigid Haryo Wibisono juga mendapatkan gelar yang sama.

Saat ditanyai wartawan, Gatot menjelaskan tak tahu menahu mengapa dirinya bisa mendapatkan gelar itu. Meski begitu ia mengaku bersyukur.

Menurutnya, pihak Mangkunegaran yang menelusuri silsilah dirinya.

"Hingga kemudian diketahui bahwa saya keturunan Paku Buwono III. Penelusuran silsilah tersebut sudah dilakukan sejak dirinya menjadi KSAD (Kepala Staf Angkatan Darat)," paparnya.

Meski begitu ia menuturkan, baru mendapat gelar itu saat sudah pensiun dari TNI.

"Memang pihak Mangkunegaran menunggu setelah saya pensiun. Latar belakangnya kenapa saya mau, karena ini adalah menyatukan. Mudah-mudahan ini bisa menyatukan semuanya," ujar dia.

Sekretaris Panitia, Mas Ngabehi Joko Pramodyo menuturkan bahwa pada kekancingan kali ini ada total 43 orang diberikan gelar kebangsawanan.

Selain dua tokoh di atas, Eny Timurti Gatot Nurmantyo, sentana serta sejumlah abdi dalem mendapatkan gelar kebangsawanan juga.

"Gelar ini diberikan kepada orang-orang yang mempunyai loyalistas, dedikasi atau integritas terhadap Sri Paduka atau Pura Mangkunegaran," paparnya. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help