Angin Puting Beliung Terjang Wanayasa, Atap-atap Rumah Beterbangan

Angin Puting Beliung Terjang Wanayasa, Banjarnegara, Atap-atap Rumah Beterbangan, Jumat (21/9)siang

Angin Puting Beliung Terjang Wanayasa, Atap-atap Rumah Beterbangan
tribunjateng/khoirul muzakki/ist
Angin Puting Beliung Terjang Wanayasa, Banjarnegara, Atap-atap Rumah Beterbangan, Jumat (21/9)siang 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Musim kemarau di Banjarnegara bukan hanya disertai bencana kekeringan atau kebakaran.

Peristiwa angin puting beliung masih menjadi ancaman bagi masyarakat di wilayah selatan Jawa Tengah ini.

Angin puting beliung kali ini melanda Dusun Kalideres Desa Jatilawang Kecamatan Wanayasa, Jumat siang, sekitar pukul 12.15 Wib.

Angin Puting Beliung Terjang Wanayasa, Banjarnegara, Atap-atap Rumah Beterbangan. Warga langsung gotong royong perbaiki rumah rusak, Jumat siang (21/9)
Angin Puting Beliung Terjang Wanayasa, Banjarnegara, Atap-atap Rumah Beterbangan. Warga langsung gotong royong perbaiki rumah rusak, Jumat siang (21/9) (tribunjateng/khoirul muzakki/ist)

Angin kencang menerjang pemukiman warga di Rt 01 Rw 08 desa tersebut hingga merusak sejumlah rumah.

Sebanyak enam unit rumah dan sebuah fasilitas umum berupa musala mengalami rusak ringan akibat bencana itu. Kerusakan rata-rata pada bagian atap yang beterbangan karena tersapu angin.

"Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka," kata Kepala BPBD Banjarnegara Arif Rachman, Jumat (21/9).

Usai gerakan angin mereda, masyarakat langsung bahu membahu memperbaiki atap rumah warga yang rusak.

Sikap kegotongroyongan warga desa terhadap sesama yang dilanda musibah ini masih kental. Tak sekadar membantu tenaga, mereka juga mencarikan atau meminjam material bangunan semisal seng, usuk, hingga paku di toko material terdekat untuk perbaikan rumah korban.

Langkah ini dilakukan warga karena perlu penanganan cepat terhadap kerusakan rumah korban.

Langit gelap telah berubah menjadi rintik hujan. Kondisi rumah yang rusak pada atapnya bisa membuat korban menderita saat hujan. Air hujan akan mudah masuk rumah melalui celah atap yang bocor hingga mengancam penghuninya.

BDPB Banjarnegara datang kemudian guna menyalurkan bantuan untuk meringankan beban para korban. BPBD juga mengganti biaya pembelian bahan bangunan di toko material untuk perbaikan rumah korban.

"Kami langsung mengirimkan bantuan berupa paket permakaman untuk 7 KK dan bantuan seng sebanyak 70 lembar sebagai pengganti seng yg di ambil di toko,"katanya

Arif mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kesiapsiagaan menghadapi musim peralihan dari kemarau ke penghujan. Jika bencana terjadi, segera melaporkannya ke BPBD agar cepat mendapatkan penanganan dari petugas. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved