WHO: Rokok Bunuh 6 Juta Orang Per Tahun

Dari data WHO pada tahun 2004, epidemi rokok membunuh sekitar 6 juta orang pertahun.

WHO: Rokok Bunuh 6 Juta Orang Per Tahun
TRIBUN JATENG/BARE KINGKIN KINAMU
Advokasi untuk mendorong kebijakan kesehatan prioritas di Provinsi Jawa Tengah di Hotel Chanti Jalan Gajah Mada, Jumat (21/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Hidup sehat tampak mudah dilakukan, namun untuk dipraktikan dalam kehidupan sehari-hari butuh kebiasaan.

Pola hidup sehat sesuai Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) tentu menjadi cara efektif untuk mencegah terkena penyakit.

Satu di antara Germas yakni enyahkan asap rokok.

Ada beberapa dampak yang disebabkan oleh asap rokok ini, baik perokok aktif maupun pasif.

Menindak lanjuti aturan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang diatur dalam UU Kesehatan nomor 36/ 2009 pasal 115 ayat 2 telah mencantumkan pengamanan zat adiktif dan pemerintah wajib menetapkan KTR di wilayahnya.

Baca: Terapkan Germas, Kota Semarang Berstatus Bersih BAB Sembarangan

"Kami mendorong ditetapkannya ruang tanpa rokok di luar Gedung, terpisah dari gedung. Racun pada rokok tersebut bisa menempel di mana-mana," tutur Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, dr. Yulianto Prabowo, M.Kes melalui Kepada Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Rita Utrajani, SKM, M.Kes kepada Tribunjateng.com, Jumat (21/9/2018).

Dilakukannya Advokasi untuk mendorong kebijakan mengenai KTR di wilayah Jawa Tengah ini tentunya mendorong Pemerintah Jateng untuk merinci kawasan mana yang bebas asap rokok.

Dari data WHO pada tahun 2004, epidemi rokok membunuh sekitar 6 juta orang/ tahun.

Dalam ilmu kesehatan merokok 20 batang perhari menyebabkan berkurangnya 15% zat pembentuk darah merah.

Secara kesehatan asap rokokpun juga menyebabkan gangguan pernafasan hingga yang lebih parah menyebabkan kanker paru-paru.

Berikut ini fakta-fakta tentang rokok di Indonesia:
1. 78% anak usia 8-15 tahun terpapar asap rokok
2. 47,2% pelajar Indonesia masuk ke dalam taraf ketagihan
3. Tahun 2012 51,7% remaja di Indonesia mencoba merokok, 43,2% laki-laki dan 8,8% perempuan.

Menanggapi hal tersebut Dinkes Jateng mengharapkan adanya pemetaaan tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Hari ini Dinkes Jateng mengadakan advokasi tersebut di Hotel Chanti Jalan Gajah Mada untuk menemukan solusi terbaik mengenai KTR guna mewujudkan masyarakat hidup sehat. (*)

Penulis: Bare Kingkin Kinamu
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved