Garam Beryodium Bisa Cegah Beberapa Kelainan Penyakit

Kali ini, pembinaan yang dibahas adalah pentingnya garam beryodium untuk tubuh.

Garam Beryodium Bisa Cegah Beberapa Kelainan Penyakit
Istimewa
Balkesmas Klaten saat memberikan materi tentang pentingnya garam beryodium untuk para kader kesehatan di Balkesmas Klaten, Minggu (23/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu

TRIBUNJATENG.COM, KLATEN - Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas) Wilayah Klaten memiliki agenda rutin melakukan pembinaan kepada para kader kesehatan setiap hari Minggu.

Satu di antara kader tersebut yakni kader kesehatan dan paru.

Kali ini, pembinaan yang dibahas adalah pentingnya garam beryodium untuk tubuh.

"Tujuan diberikan sosialisasi ini agar kader kesehatan dapat memberikan informasi kepada masyarakat di lingkungan sekitarnya sehingga kasus kasus yang disebabkan karena kekurangan garam beryodium bisa tercegah," tutur pemateri dari Balkesmas Klaten, Noning Suwitowati,S.Kep, Minggu (23/9/2018).

Baca: Dinkes Jateng Galakkan Germas di Pameran Produk Inovasi di Sragen

Berikut ini hal-hal yang bisa timbul akibat kekurangan garam beryodium:

1. Kretin
Kretin ini merupakan kelainan bawaan yang dapat menyebabkan keterbelakangan mental dan kelainan pada anak.

Kretin dapat pula menunjukkan gejala kekerdilan.

2. Hipotiroid Kongenital pada bayi
Ini merupakan gangguan fungsi kelenjar tiroid yang mempengaruhi produksi hormon tiroksin.

Hal tersebut terjadi karena saat kehamilan, ibu hamil mengonsumsi obat tertentu atau kekurangan yodium.

"Untuk ini bisa karena terbentuknya antibodi dari tubuh ibu yang menghalangi fungsi tiroid bayi dalam kandungan," imbuh penjelasan Noning.

Adapun cara untuk mencegah terjadinya kelainan yang diakibatkan oleh kekurangan garam beryodium adalah sebagai berikut:
1. Konsumsi garam yodium yang benar
2. Simpan garam beryodium yang benar

Cara menyimpan garam yang benar yakni tempatkan pada wadah yang tertutup, tidak terkena sinar matahari, tidak dekat dengan tempat yang lembab.

"Cara mengolah garam supaya kandungan yodium tidak hilang adalah dengan memasukkan garam setelah sayur mendidih dan diangkat (tidak memasukkan garam pada sayur yang sedang mendidih)," imbuh Noning.

Pelatihan kader kesehatan ini dilakukan di Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas) Klaten, Minggu (23/9/2018). (*)

Penulis: Bare Kingkin Kinamu
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved