Liputan Khusus

Apa Penyebab Gedung di Kota Semarang Tak Penuhi Standar Sistem Proteksi Kebakaran‎?

Ketua DPRD KOta Semarang, Supriyadi mengakui adanya keterbatasan peralatan serta sarana dan prasarana milik Damkar Kota Semarang.

Apa Penyebab Gedung di Kota Semarang Tak Penuhi Standar Sistem Proteksi Kebakaran‎?
Dok. Damkar Jepara
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM -- Ketua DPRD KOta Semarang, Supriyadi mengakui adanya keterbatasan peralatan serta sarana dan prasarana milik Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang. ‎

Peralatan Dinas Damkar di Kota Lumpia bisa dibilang masih kalah canggih dibandingkan dengan beberapa kota besar lain di Jawa.

Menurut dia, persoalan itu memang menjadi perhatian serius semua pihak. Terlebih, saat ini tren hunian vertikal dan pembangunan gedung-gedung tinggi mulai‎ semarak di Kota Semarang.

Pengadaan alat-alat canggih milik Damkar membutuhkan anggaran yang tak sedikit. Peralatan-peralatan canggih itu harus diimpor langsung dari luar negeri, dengan harganya mencapai puluhan miliar rupiah.

"Harganya mahal-mahal sekali, tak ada yang murah, butuh anggaran besar," katanya, kepada Tribun Jateng, akhir pekan lalu.‎

Pria yang karib disapa Mas Pri itu menuturkan, APBD Kota Semarang masih sangat terbatas. Hal itu menjadi kendala untuk pengadaan peralatan-peralatan mahal, karena akan menguras anggaran.

"Anggaran kita terbatas, kita prioritaskan dulu untuk urusan-urusan riil di masyarakat, semisal penanggulangan banjir dan rob," ucapnya.‎

Kendati demikian, Mas Pri menegaskan, bukan lantas pengadaan alat-alat pemadam kebakaran itu tak penting. Hanya saja, hal itu menunggu ketersediaan anggaran yang memadai. "Akan kami prioritaskan ketika nanti anggaran memadai," tandasnya.

Diketahui, pada tahun anggaran 2018, APBD murni Kota Semarang sebesar Rp 5,1 triliun. Dari anggaran itu, sebesar 60 persen di antaranya tersedot untuk belanja publik, sementara 40 persen sisanya untuk anggaran belanja pegawai. Sedangkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Semarang sebesar Rp 1,7 triliun.

Mas Pri menyatakan, guna menanggulangi ancaman potensi kebakaran, termasuk di gedung-gedung tinggi, bisa dilakukan dengan memaksimalkan keberadaan 'Kader Siaga Api'.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved