Pilpres 2019

Buni Yani Mengaku Masuk Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Menangani Bidang Media

Dirinya dianggap mampu sehingga dimasukan ke dalam Badan Pemenangan Prabowo-Sandiaga, khususnya menangani bidang media.

Buni Yani Mengaku Masuk Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Menangani Bidang Media
KOMPAS.com/ RYANA ARYADITA UMASUGI
Buni Yani Hadir di Peresmian PGO, Senin (13/8/2018) 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Terdakwa kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Buni Yani, masuk dalam Badan Pemenangan Nasional pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Hal itu disampaikan Buni saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/9/2018).

"Sudah, sudah bergabung. Itu salah satu langkah saya untuk melawan Jokowi terpaksa saya harus bergabung ke Pak Prabowo. Karena saya dikriminalisasi," kata Buni.

Buni bergabung dalam tim media di tim kampanye Prabowo-Sandiaga.

Ia menyadari saat ini tengah menjalani proses hukum terkait kasusnya.

Namun, ia meyakini hal itu tak akan menghambat dia dalam bertugas di tim kampanye Prabowo-Sandiaga.

Ia juga mengatakan, dirinya dianggap mampu sehingga dimasukan ke dalam Badan Pemenangan Prabowo-Sandiaga, khususnya menangani bidang media.

"Ya karena saya dianggap mampu. Saya itu tamat S2 di Amerika. Saya punya ilmunya yang saya mau ditempatkan. Jadi itu. Dan saya juga dosen," tutur Buni.

Ia meyakini bergabungnya dia ke dalam tim kampanye Prabowo-Sandiaga akan memberikan citra positif meskipun dia berstatus terpidana, sebab ia merasa tidak bersalah.

"Justru membuat tim Prabowo itu positif saya masuk. Oleh karena saya ini korban kriminalisasi, memperkuat tim pak Prabowo untuk mengatakan bahwa tim ini adalah tim yang berjuang untuk demokrasi dan keadilan. Pihak sana sih pasti ngomongnya yang jelek-jelek," ucap dia.

Halaman
12
Editor: m nur huda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved