Liputan Khusus

Trijoto Poejo Sakti: Kami Hanya Punya 2 Mobil Tangga Usang

Selain hanya tersedia dua unit mobil tangga, tinggi maksimal kedua alat itu juga sangat terbatas, yaitu hanya 30 meter.

Trijoto Poejo Sakti: Kami Hanya Punya 2 Mobil Tangga Usang
Istimewa
Lima unit mobil pemadam kebakaran mendatangi lokasi kebakaran di wilayah Kukilo Mukti Raya RT 6 RW 2, Pedurungan Kidul. 

TRIBUNJATENG.COM -- Tren hunian vertikal dan menjamurnya gedung bertingkat tinggi di Kota Semarang belum diimbangi dengan peralatan memadai dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang.

Saat ini hanya terdapat dua unit mobil tangga usang untuk menggapai ketinggian.

"Saat ini, kami hanya memiliki dua mobil tangga keluaran tahun 1990-an. ‎

Itu pun satunya saat ini dalam kondisi rusak. Bila digunakan, harus diimbangi dengan kewaspadaan tinggi," kata Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Semarang, Trijoto Poejo Sakti, kepada Tribun Jateng, akhir pekan lalu.

Selain hanya tersedia dua unit mobil tangga, tinggi maksimal kedua alat itu juga sangat terbatas, yaitu hanya 30 meter. Sementara, gedung tertinggi di Kota Semarang bisa mencapai 31 lantai, menjulang mencapai lebih dari 110 meter.

"Kami tak mau membandingkan, tapi jika berkaca dari kota-kota besar lain di Jawa, peralatan kami terbatas dan masih kalah," ujarnya.
Trijoto menuturkan, secara keseluruhan terdapat 22 armada, termasuk dua mobil tangga, milik Damkar yang tersedia untuk berjibaku menjinakkan si jago merah.

Sebanyak 22 armada itu tersebar di delapan titik. Selain di kantor Dinas Damkar di Jalan Madukoro, ‎keseluruhan sarana-prasarana juga tersebar di tujuh pos pembantu, yakni di Terboyo, Barito, Banyumanik, Plamongan, Gunungpati, Mijen, dan Tugu‎.

"Kenapa harus ada pos-pos pendukung? Itu sebagai upaya mendekatkan ketika ada peristiwa kebakaran di masing-masing wilayah, sehingga respon time 15 menit dapat tercapai," jelasnya.‎‎

Sementara, sumber daya manusia (SDM) yang ada total terdapat 299 personel, di mana 60 orang di antaranya merupakan aparatur sipil negara (ASN).
Trijoto berharap, ada pengadaan dan peremajaan peralataan ‎guna menunjang kinerja Damkar. "Terlebih, tugas pokok fungsi kami sekarang tak hanya soal menjinakkan api, tapi juga tugas-tugas penyelamatan," ucapnya.

Sebelum pengadaan peralatan, menurut dia, juga harus ada koordinasi dan sinergitas antar-organisasi perangkat daerah (OPD) serta instansi terkait lain terkait dengan peristiwa kebakaran. Hal itu semisal akses jalan, pemadaman listrik saat terjadi kebakaran, dan lain-lain.

"Jangan sampai nanti alat sudah canggih, tapi tak didukung dengan sarana-prasarana terkait lain, yang itu di luar kewenangan kami," ucapnya.

Kendati memiliki keterbatasan dari segi peralatan dan sarana-prasarana, Trijoto berujar, kecapakan para personel Damkar di Kota Semarang tak bisa dipandang sebelah mata.

Menurut dia, selama dua tahun berturut-turut, Damkar Kota Semarang memenangkan skill competition tingkat nasional. "Selama dua tahun berturut, 2017 dan 2018, kami juara kompetisi keahlian. Artinya, personel kami punya kecakapan mumpuni," ujarnya.

Dia menambahkan, skill competition itu digelar di Jakarta pada 2017 dan pada 2018 digelar di Ambon. Skill competition dihelat dalam perayaan hari ulang tahun (HUT) Pemadam Kebakaran (Damkar).‎ (tim)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved