Liputan Khusus

Inilah Faktor Utama Penyebab Kebakaran di Kota Semarang, Benarkah?

Menurut dia, perlu ada pengecekan berkala yang dilakukan pemilik bangunan terhadap jaringan kelistrikan. Terlebih pada kondisi cuaca ekstrem

Inilah Faktor Utama Penyebab Kebakaran di Kota Semarang, Benarkah?
dok kec majenang
Ilustrasi kebakaran 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penyebab kebakaran di Kota Semarang mayoritas terjadi akibat korsleting jaringan listrik. Demikian disampaikan Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Polrestabes Semarang, Kompol Baihaki, Selasa (25/9).

Menurut dia, perlu ada pengecekan berkala yang dilakukan pemilik bangunan terhadap jaringan kelistrikan. Terlebih pada kondisi cuaca ekstrem seperti saat ini, panas dan kering.

"Selain itu, penting juga bagi pemilik bangunan menyediakan kesiapan alat pemadam kebakaran sendiri. Matikan jaringan listrik yang dirasa tidak perlu ketika meninggalkan rumah," katanya, kepada Tribun Jateng.

Senada disampaikan dosen Departemen Teknik Elektro Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Abdul Syakur. Menurut dia, korsleting arus listrik kerap kali menjadi faktor penyebab terjadinya kebakaran.

Kondisi itu disebabkan penanganan jaringan listrik yang keliru atau sudah kedaluarsa, sehingga perlu pengecekan.

Secara teori, dia menambahkan, korsleting terjadi ketika konduktor negatif dan positif pada suatu kabel berhubung satu sama lain yang membuat arus listrik mengalir menjadi sangat besar.

"Waktu yang cepat dan arus listrik yang sangat besar itulah yang kemudian menghasilkan suhu tinggi, dapat disertai ledakan dan membakar benda-benda di sekitarnya," tuturnya.

Kenaikan resistansi

Abdul berujar, pada sebuah peralatan listrik yang selalu terhubung seperti kulkas, magic jar, maka jika terjadi pengkaratan pada logam steker bisa menyebabkan kenaikan resistansi listrik.

Hal itu membuat logam steker menjadi panas, muncul asap, kemudian kabel meleleh, dan jika terus dibiarkan bisa memunculkan api. Kalau di sekitar peralatan listrik banyak barang mudah terbakar, itu juga dapat mempercepat kebakaran.

Abdul mengungkapkan, sejatinya korsleting arus listrik tidak akan bisa menimbulkan kebakaran, karena rumah atau bangunan biasanya sudah dilengkapi MCB. Komponen itu berfungsi sebagai pengaman atau sistem proteksi dalam instalasi listrik.

Bila terjadi beban lebih dan hubungan singkat arus listrik, secara otomatis MCB akan memutuskan arus listrik, atau sering disebut istilah anjlok. Tetapi, masalah akan muncul jika ternyata komponen MCB rusak tanpa sepengetahuan pemilik bangunan.

"Sebelum kebakaran ada asap, terdeteksi sensor yang dipasang ruangan. Sehingga gedung harus dilengkapi sensor pendeteksi asap, tabung pemadam kebakaran, dan ada nomor kontak pemadam kebakaran terdekat," ucapnya.

Sedangkan untuk aliran listrik di gedung-gedung biasanya menggunakan sistem yang lebih rinci. Dari panel listrik menghubungkannya ke Main Distribution Panel (MDP), menuju Sub Distribution Panel (SDP) hingga Mini Sub Distribution Panel (MSDL).

Fungsinya untuk memecah arus listrik sesuai dengan kebutuhan tiap ruangan yang ada di gedung. Sehingga, jika terjadi ganguan listrik di satu lokasi tidak mengganggu lokasi lain. (tim)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved