Polytron masih Berharap pada Smart TV dan Lemari Es, Bukan Smartphone

Selain itu, teknologi smartphone yang berkembang dinilai terlalu cepat sulit terkejar oleh industri smartphone lokal.

Polytron masih Berharap pada Smart TV dan Lemari Es, Bukan Smartphone
IST
Model menunjukkan 4K Smart TV Box atau Polytron Play yang tidak kalah dengan kualitas tayangan di bioskop 

TRIBUNJATENG.COM - PT Hartono Istana Teknologi (Polytron Indonesia) tidak berharap banyak dari industri smartphone. Penyebabnya antara lain ketatnya persaingan di industri smartphone yang mengakibatkan Polytron sulit bertahan.

Chief Commercial Officer Polytron Indonesia, Tekno Wibowo mengatakan, kinerja smartphone Polytron tidak terlalu bagus di 2018.

"Kondisinya sejujurnya sedang tidak baik," ucap Tekno, Selasa (25/9).

Selain itu, teknologi smartphone yang berkembang dinilai terlalu cepat sulit terkejar oleh industri smartphone lokal.

Menurut Tekno, industri smartphone dalam negeri belum dapat mengejar perkembangan tersebut.

"Kita bisa buat desainnya, merakit segala macam, tapi chipset-nya harus impor. Nah impor ini yang bikin harga jadi tidak bisa efisien," sambung Tekno.

Ia menyebut produk elektronik Polytron rata-rata hampir menyerap 60 persen hingga 70 persen produk impor.

Akibatnya, Polytron sulit melakukan efisiensi biaya pada produksinya.

Tekno juga menyebut, pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengakibatkan pihaknya harus menaikkan harga jual produknya sebesar 5 persen.

Namun ia memastikan, kenaikan tersebut tidak berpengaruh banyak terhadap kinerja penjualannya.

Di sisi lain, industri smartphone di Polytron secara total hanya menyumbang kontribusi sekitar 5-7 persen dari total penjualan Polytron.

Lebih lanjut, Tekno menyebut mengandalkan produk elektronik lain seperti smart TV dan lemari es sebagai kontributor penjualan terbesarnya. (tribunjateng/kontan)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved