Pemkab Boyolali Bangun Taman Asrikanto untuk Ruang Terbuka Hijau

Pemkab Boyolali dalam mewujudkan RTH, diciptakanlah ruang publik yang ramah lingkungan sekaligus nyaman untuk masyarakat.

Pemkab Boyolali Bangun Taman Asrikanto untuk Ruang Terbuka Hijau
ISTIMEWA
Miniatur Candi Borobudur di Boyolali Dibuat 80 Persen Mirip dengan Aslinya 

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI – Kepedulian pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali dalam mewujudkan Ruang Terbuka Hijau (RTH), diciptakanlah ruang publik yang ramah lingkungan sekaligus nyaman untuk masyarakat.

Baru baru ini Pemkab Boyolali melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memiliki program untuk menambah RTH khususnya di kawasan perkotaan Boyolali.

Salah satu yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan dan penyelesaian yakni sebuah taman yang terletak di Asrikanto, Desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali Kota.

Dijelaskan oleh Kasi Penanggulangan, Pemulihan, Pencemaran Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Boyolali, Martono bahwa pembangunan taman di Asrikanto tersebut merupakan salah satu bagian dari pengembangan RTH.

Sekaligus sebagai bagian dari penataan RTH yang mana Boyolali mempunyai kewajiban dalam mencapai prosentase RTH 30 persen dari seluruh luasan wilayah Boyolali dimana di taman tersebut juga akan diberi miniatur tujuh keajaiban dunia atau seven wonder.

“Ini sedang dibangun jadi nanti bagian dari seven wonder miniatur tujuh keajaiban dunia. Yang mana disana nanti ada miniatur Patung Liberty setinggi 4 meter dan lebar 1,5 meter. Kemudian Menara Pisa setinggi 4 meter dan lebar 1,5 meter, serta Menara Eiffel setinggi 7 meter dan lebar 2 meter,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, pada Kamis (27/9).

Ditambahkan pula olehnya, pengembangan RTH yang menelan anggaran sebesar Rp 2.605.000.000 ini keseluruhnnya berbahan baku keramik yang dikerjakan salah satu perusahaan keramik yang beralamat di Desa Ngadirojo, Kecamatan Ampel.

“Dan ini sudah proses pelaksanaan, yang sudah menuju 75 persen pelaksanaan. Jadi pengerjaan termasuk proses pencarian bahan hingga pembakaran keramik di Ngadirojo setelah jadi baru dibawa ke lokasi untuk dipasang,” jelasnya.

Menempati kawasan kurang lebih 3000 meter persegi ini rencananya akan dilengkapi dengan fasilitas umum seperti lintasan jogging, tempat duduk, dan taman yang akan menambah nilai estetika.

Karena memang dibuat yang bersifat RTH untuk masyarakat bersantai sekedar refreshing sehingga sebisa mungkin dibuat nyaman. Sehingga pihaknya mengimbau agar masyarakat dapat turut menjaga RTH.

“Di salah satu sisi keramik itu sifatnya kalau terbentur oleh benda keras, pasti akan pecah. Sehingga masyarakat untuk bisa ikut berpartisipasi dalam pemeliharaan utamanya tangan jahil agar tidak berkontribusi untuk membuat rusak patung atau fasilitas RTH lainnya,” imbaunya.(*)

Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help