Pasar Pengging Baru Boyolali Menjadi Pasar Percontohan yang Tertata

Satu demi satu pasar tradisional di Boyolali direvitalisasi Pemerintah Kabupaten Boyolali menjadi pasar tradisional yang cantik, indah dan bersih

Pasar Pengging Baru Boyolali Menjadi Pasar Percontohan yang Tertata
Istimewa
Pasar Pengging Baru Menjadi Pasar Percontohan yang Tertata 

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI – Satu demi satu pasar tradisional di Boyolali direvitalisasi Pemerintah Kabupaten Boyolali menjadi pasar tradisional yang cantik, indah dan bersih. 

Melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin), sejumlah pasar ditata agar tidak memberi kesan umum pasar tradisional yang kotor dan kumuh.

Hingga tahun 2018 ini, Disdagperin telah berhasil membangun pasar tradisional sebanyak 25 pasar, dimana lima diantaranya berhasil diwujudkan pada tahun 2017.

“Artinya dari jumlah seluruh pasar ini, 2019 nanti semua pasar Boyolali yang embrionya hidup akan terbangun pasar yang cantik dan seksi dengan fasilitas anggaran DAK dan APBD Tahun 2018 sebesar Rp 38.120.725.000,” ungkap Kepala Disdagperin Kabupaten Boyolali, Karsino saat ditemui di Kantor Bupati Boyolali, pada Jumat (28/9).

Salah satu pasar yang sedang dibangun saat ini yakni pemindahan Pasar Pengging ke daerah Pipo, daerah yang dulu merupakan cerobong asap peninggalan Belanda Desa Jembungan; Kecamatan Banyudono. Relokasi yang menggunakan APBD Kabupaten Boyolali senilai Rp 9.791.983.000 ini memanfaatkan lahan dari kas desa seluas kurang lebih 2,5 hektar.

Pemilihan lokasi yang baru ini dengan pertimbangan beberapa hal. Salah satunya agar mampu mengurangi kesemrawutan kendaraan yang melintas apabila bertepatan dengan hari pasaran Pasar Pengging dan direncanakan akan selesai pada Tahun 2019.

“Pasar Pengging nanti akan menampung 1.343 pedagang yang akan menempati 63 unit toko dan 145 unit kios serta los yang disediakan. Klaster-klaster akan ditata sehingga wajah pasar Pengging menjadi satu satu pasar percontohan yang memiliki tempat luas, padat pedagang dengan settingan pasar yang tertata,” terang Karsino.

Ditambahkan olehnya, bekas Pasar Pengging yang lama akan dijadikan sebagai ruang publik berikut dengan suasana yang ramah anak, ramah keluarga, tamanisasi yang ramah lingkungan. Sehingga harapannya, titik keramaian di Boyolali mampu tersebar dengan kawasan Pengging yang sudah menjadi salah satu dari titik keramaian di Boyolali.

“Sehingga bekas pasar itu akan dimanfaatkan supaya masyarakat tidak tertuju pada satu titik keramaian karena dibangun ruang publik dengan taman hijau yang ramah anak, ramah keluarga. Seluruh SDA dimanfaatkan dan SDM kita maju,” pungkasnya. (*)

Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help