Kesan Turis Belanda Saat Melihat Hasil Bumi Diperebutkan di Festival Rogojembangan Petungkriyono

Ratusan orang mengangkat gunungan menuju ke Lapangan Sigeger, Dukuh Kasipar Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan

Kesan Turis Belanda Saat Melihat Hasil Bumi Diperebutkan di Festival Rogojembangan Petungkriyono
Tribunjateng.com/Budi Susanto
Gunungan yang dibawa warga dalam acara Festival Rogojembangan di Lapangan Sigeger, Dukuh Kasipar Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan, Sabtu (29/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Ratusan orang mengangkat gunungan menuju ke Lapangan Sigeger, Dukuh Kasipar Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan.

Sementara itu, masyarakat sudah menunggu arak-arakan gunungan di sekitar lapangan desa tersebut. Adapun rombongan disambut oleh tari-tatian tradisional yang disiringi musik gamelan.

Tak menunggu lama, gunungan yang berisi hasil bumi ditata oleh warga di tengah lapangan, doa pun dipanjatkan oleh sesepuh desa sekitar, tanda gunungan siap diperebutkan oleh masyarakat.

Dalam acara tersebut, tak hanya warga lokal yang menjadi peserta, namun warga negara asing juga ikut menyaksikan pembukaan acara Festival Rogojembangan tersebut.

Usai doa dipanjatkan, gunungan hasil bumi diserbu oleh warga yang sudah tidak sabar, walaupun saling berhimpitan dalam memperebutkan hasil bumi, namun warga nampak senang dan saling bantu mendapatkan hasil bumi yang ditata tersebut.

Tak butuh waktu lama, gunungan habis direbut warga, seolah merasa bangga warga yang mendapatkan banyak hasil bumi dari gunungan untuk dibawa pulang.

Walaupun terlihat semrawut, namun wisatawan asing sangat menikmati melihat perebutan gunungan hasil bumi di Lapangan Sigeger.

Johan George satu di antara wisatawan asing asal Belanda yang datang mengatakan, pemandangan di Petungkriyono sangat mempesona baginya.

“Pemandangan di sini sangat bagus, tak hanya itu kopi dan makanan khas di Petungkriyono seperti nasi hitam membuat saya ingin kembali lagi ke Petungkriyono suatu saat nanti,” katanya, Sabtu (29/9/2018).

George juga menuturkan, ditempatnya tidak ada pemandangan dan pertunjukan seperti di Petungkriyono, dan ia baru pertama kali melihat hal tersebut.

“Saya kira gunungan itu seperti gunung sesungguhnya, ternyata gunungan tumpukan hasil bumi, dan diperubutkan oleh ribuan orang, bagi saya ini sangat mengesankan,” jelasnya.

Sementara itu, Rusmini warga sekitar yang ikut memperebutkan hasil bumi mengatakan, akan membawa pulang hasil gunungan tersebut.

“Untuk memasak, karena bagi saya gunungan merupakan berkah dan bisa mendapatkannya merupakan keberuntungan, karena harus berebut dengan ribuan warga lainya,” timpalnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved