PT KAI Jalankan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Tiap Gerbong Kereta

Hal ini tentu mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yakni enyahkan asap rokok.

PT KAI Jalankan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Tiap Gerbong Kereta
TRIBUN JATENG/BARE KINGKIN KINAMU
Salah satu cara sosialisasikan Germas, Dinkes Jateng putar cara hidup sehat di televisi Kereta Api satu di antaranya yakni di Argo Sindoro jurusan Semarang - Jakarta. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berdasarkan UU No. 36 tahun 2009 Pasal 115 ayat 1 tentang kesehatan, Pemda harus memebuat aturan mengenai kawasan tanpa rokok, yakni mengenai peraturan tempat khusus merokok.

Menindak lanjuti hal tersebut, Dinas Kesehatan Jateng sedang menyusun advokasi pada Jumat (28/9/2018), prosesnya masih berlangsung.

Meski demikian, sudah ada beberapa transportasi umum yang telah menerapkan peraturan sesuai UU No. 36 tahun 2009 tersebut, satu di antaranya yakni PT KAI.

Dari pantauan Tribunjateng.com melalui Kereta Api Kaligung jurusan Semarang-Tegal dan sebaliknya, Argo Sindoro jurusan Jakarta - Semarang dan sebaliknya setiap gerbong kereta memiliki tanda dilarang merokok.

Manager Humas Daop 4, Suprapto kepada Tribunjateng.com mengemukakan jika memang benar ada larangan.

"Di gerbong kereta memang tidak boleh merokok. Lalu, tidak boleh merokok sembarangan di area stasiun," tutur Suprapto, Sabtu (29/9/2018).

Baca: Dinkes Jateng Galakkan Germas di Pameran Produk Inovasi di Sragen

Hal ini tentu mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) satu di antaranya yakni enyahkan asap rokok.

"Ini sangat bagus untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kesehatan dengan mengenyahkan asap rokok," tutur bagian Promkes Dinkes Jateng, Siti Nurngani, SKM, M.Kes.

Selain itu, di setiap Gerbong Kereta Api terdapat imbauan untuk menjaga kebersihan melalui simbol-simbol yang ada.

"Wah kalau Germas saya sudah tahu, kebetulan saya perokok. Namun saya memahami itu tidak baik untuk kesehatan," jelas Andra Bagus, penumpang Kereta Api Argo Sindoro kepada Tribunjateng.com.

Ada beberapa hal yang harus masyarakat pahami, dampak jangka panjang asap rokok baik bagi perokok aktif dan pasif bisa menyebabkan kulit keriput, impotensi, kanker paru-paru yang bisa berakibat pada kematian.

Melihat adanya imbauan Germas dari Dinkes Jateng, diharapkan mampu menggerakkan pergantian pola hidup masyarakat menjadi lebih sehat lagi.

Pasalnya, Dinkes Jateng telah melakukan sosialisasi Germas di 153 titik. (*)

Penulis: Bare Kingkin Kinamu
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved