Peserta Semnas Undip Nyanyikan Sugih Tanpo Bondo Bersama Sudjiwo Tejo

Sudjiwo Tejo membawakan 3 lagu bersama Medistra Symphonic Choir pada acara Seminar Nasional

Peserta Semnas Undip Nyanyikan Sugih Tanpo Bondo Bersama Sudjiwo Tejo
TRIBUN JATENG/BARE KINGKIN KINAMU
Penampilan Sudjiwo Tejo membawakan lagu Sugih Tanpo Bondo bersama Medistra Symphonic Choir, Minggu (30/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sudjiwo Tejo membawakan 3 lagu bersama Medistra Symphonic Choir pada acara Seminar Nasional Jurlanisme Kebudayaan di Gedung Soedarto Undip, Minggu (30/9/2018).

Pria yang memiliki ciri khas menggunakan topi dan sarung design yang ia buat sendiri ini menyanyikan lagu Ingsun, Sugih Tanpo Bondo, dan Titi Kolo Mongso.

Lirik-lirik lagu yang Sudjiwo Tejo tulis ini memiliki makna filosofis yang sarat.

Di sela-sela ia menjadi narasumber, lagu Sugih Tanpo Bondo ia dendangkan.

Para peserta turut serta menyenandungkan lagu ini mulai awal hingga akhir.

"Lagu Sugih Tanpo Bondo terinspirasi oleh Kakak RA Kartini, Sosrokartono dan pernah dijadikan filosofi Sasrokartoni pada masanya, beberapa bagian," tutur Sudjiwo Tejo.

Seniman multi talenta ini mengisahkan juga tentang demokrasi yang ia siratkan dalam lirik lagunya.

"Sudahkan demokrasi ini tepat sasaran? Langsung saja terjun ke hati masyarakat," jelasnya sebelum memulai lagu.

Beberapa peserta Semnas tampak menikmati alunan musik, hampir semua peserta ikut bernyanyi.

Berikut ini lirik Sugih Tanpo Bondo (Kaya tanpa Harta).

"Sugih tanpo bondo, digdoyo tanpo aji. Nglurug tanpo bolo. Menang tanpo ngasorake. Trimah mawi pasrah. Suwung pamrih tebih adjrih. Langgeng tan ono susah tan ono bungah. Anteng manteng sugeng jeneng,"
Kesan mendalam tercermin saat Sudjiwo menghayati tiap lirik tersebut.

"Kaya tanpa harta. Menang tanpa kesaktian. Menyerang tanpa pasukan. Menang tanpa merendahkan. Menerika ikhlas keadaan. Bersikap bijak saat bahagia maupun duka. Tetap terjaga nama baiknya," inilah arti pada lirik Sugih Tanpo Bondo.

Sudjiwo mengungkapkan jika kehidupan itu tentang pengorbanan tanpa suara, kepandaian yang tak terlihat kakak RA Kartini.

Selain itu dalam lirik ini juga menyiratkan pesan kepada para manusia yang masih hidup untuk bijaksana dan menjadi manusia yang utuh. (*)

Penulis: Bare Kingkin Kinamu
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved