Bersih-bersih Sungai Peringati Hari Habitat Dunia 2018

BBWSBS menggandeng sejumlah komunitas untuk turut serta menjaga kebersihan sungai sekaligus memperingatai Hari Habitat Dunia 2018

Bersih-bersih Sungai Peringati Hari Habitat Dunia 2018
Istimewa
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menggandeng sejumlah komunitas untuk turut serta menjaga kebersihan sungai sekaligus memperingatai Hari Habitat Dunia 2018 (World Habitat Day), Rabu (3/10/2018). 

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI – Program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ingin adanya kegiatan yang menunjukan kepedulian kebersihan terutama kebersihan sungai di Indonesia.

Sebagai salah satu bentuk upaya untuk memfasilitasi dalam menjaga kebersihan sungai, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menggandeng sejumlah komunitas untuk turut serta menjaga kebersihan sungai sekaligus memperingatai Hari Habitat Dunia 2018 (World Habitat Day).

Kepala BBWSBS, Charisal Akdian Manu di sela peringatan World Habitat Day yang dipusatkan di salah satu sungai Desa Jembungan; Kecamatan Banyudono, pada Rabu (3/10/2018) menjelaskan saat ini sungai di Boyolali masih dalam kondisi bagus.

Pihaknya menilai dengan melihat aliran sungai tersebut, karena belum terdapat banyak pencemaran.

“Kalau dilihat dari tren saat ini kondisi aliran permukaan semakin meningkat. Karena fungsi resapan dari wilayah ternyata berkurang. Akan tetapi, ternyata air disini masih bagus, masih bersih. Ini artinya bahwa indikasi masih cukup baik disini dalam hal pemeliharaan,” ungkapnya.

Turut mengundang berbagai komunitas seperti Komunitas Peduli Sungai Kabupaten Boyolali, jajaran TNI/Polri dan lain sebagainya ini melakukan kegiatan peduli sungai dengan agenda bersih-bersih yang akan mengurangi dampak pencemaran.

“Kawasan kumuh menjadi tidak ada, sanitasi terjawab. Dengan demikian tingkat kesehatan terdorong menjadi lebih baik,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Boyolali, Totok Eko YP yang hadir berharap sungai di Boyolali selalu terjaga. Dari 46 daerah aliran sungai di Kabupaten Boyolali, DLH mengupayakan sosialisasi ke masyarakat agar tidak menyumbang sampah ke dalamnya.

“Dari sisi jumlah, kita telah menyiapkan bank sampah dan TPS. Harapannya, limbah limbah yang tercipta mampu dikelola oleh masyarakat dengan baik,” ujarnya. (Diskominfo Boyolali)

Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved