Bubuk Kopi Mudah Terbakar Cemaskan Masyarakat, Tim Gabungan Langsung Sidak

Guna memastikan keamanan bagi para konsumen, tim gabungan Pemkab Pekalongan Sidak ke sejumlah pasar tradisional.

Bubuk Kopi Mudah Terbakar Cemaskan Masyarakat, Tim Gabungan Langsung Sidak
tribunjateng/budi susanto
Tim gabungan Pemkab Pekalongan dan Polres Pekalongan lakukan sidak peredaran makanan di sejumlah pasar tradisional yang ada di Kabupaten Pekalongan, Rabu (3/10). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Guna memastikan keamanan bagi para konsumen, tim gabungan Pemkab Pekalongan bersama Polres Pekalongan melakukan Sidak ke sejumlah pasar tradisional.

Adapun petugas menyasar beberapa toko dan tempat menjual makanan di pasar yang ada di Kabupaten Pekalongan, yaitu Pasar tradisional Karanganyar, Wonopringgo, Bojong dan Kajen.

Sidak dilakukan untuk menekan peredaran makanan yang tidak layak dikonsumsi khususnya makanan dan minuman kemasan yang dijual di pasar-pasar tradisional.

Kasi Perlindungan Konsumen dari Disperindagkop UMKM Kabupaten Pekalongan, Dewi Fabanyo menerangkan, Sidak dilakukan untuk menanggapi adanya isu produk kopi bubuk yang mudah terbakar.

"Temuan di lapangan kami menemukan minuman kaleng yang kondisinya tak layak dikonsumsi karena kaleng sudah penyok, makanan ringan tanpa dilengkapi izin Produksi Industri Rumah Tangga pangan (PIRT)," ujarnya, Rabu (3/10/2018).

Dari sidak yang dilakukan di sejumlah pasar tradisional, Dewi menduga karena persaingan bisnis banyak makanan tak layak konsumsi diperjualbelikan.

“Pengawasan akan kami lakukan secara rutin, kami juga akan melakukan pembinaan dan perlindungan kepada masyarakat agar lebih cerdas dan kritis saat memilih makanan untuk dikonsumsi, termasuk pangan kemasan seperti kopi bubuk yang mudah terbakar kemungkinan karena persaingan bisnis,” tegasnya.

Adapun Purnomo Perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, yang ikut dalam Sidak juga menanggapi isu kopi bubuk yang mudah terbakar tersebut.

"Terkait mudah terbakarnya kopi bubuk tersebut, terjadi karena produk kopi berbentuk serbuk, ringan dan berpartikel halus. Serta mengandung minyak dan memiliki kadar air yang rendah sehingga mudah terbakar. Pada dasarnya kopi bubuk tersebut aman dikonsumsi, karena produk minuman serbuk, baik kopi, gula dan krimer telah melalui evaluasi keamanan dan mutu oleh BPOM RI serta telah mendapatkan nomor izin edar,” bebernya.

Dijelaskan Purnomo, produk pangan yang memiliki rantai karbon kadar air rendah, terutama yang berbentuk tipis dan berpori dapat terbakar jika disulut dengan api. Hal tersebut bukan berarti bahan pangan berbahaya atau tidak aman untuk dikonsumsi.

“Tidak hanya kopi bubuk saja, di edaran BPOM RI ada juga bahan makanan yang mudah terbakar. Seperti terigu, kopi bubuk, kopi krimer, merica bubuk, cabe bubuk, kopi instant, putih telur, susu bubuk, pati jagung, biji-bijian, dan kentang. Namun, apapun produk pangan yang akan dibeli kami mengimbau pada masyarakat agar melihat kemasan, label, Izin edar dan tanggal kedaluwarsa. Kemudian pastikan kemasannya dalam kondisi baik, baca informasi pada labelnya, pastikan memiliki izin edar dari BPOM RI, dan tidak melebihi masa kedaluwarsa,” timpalnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved