Lawan Rentenir, Pembak Tegal dan OJK Buat Program Kredit Berkah di Kabupaten Tegal

Program tersebut menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal dan sejumlah BPR.

Lawan Rentenir, Pembak Tegal dan OJK Buat Program Kredit Berkah di Kabupaten Tegal
TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Penandatanganan kerjasama antara OJK dan BPR dalam program kredit berkah lawan rentenir Kabupaten Tegal 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Kabupaten Tegal meluncurkan progam Kredit Berkah untuk melawan rentenir beberapa waktu lalu.

Program tersebut menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal dan sejumlah BPR.

Melalui program ini diharapkan para pelaku UMKM dapat memperoleh akses pembiayaan yang cepat, mudah dan murah sehingga dapat beralih dari jeratan renternir.

Terkait itu, OJK Tegal pun telah melakukan penandatanganan kerja sama antara PD BPR BKK Kabupaten Tegal, PD BPR Bank Tegal Gotong Royong dan PD BKK Slawi dengan PT Jamkrida Jawa Tengah.

"Penandatangan kerjasama ini untuk mendukung program kredit melawan renternir yang merupakan salah satu program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) antara OJK Tegal dengan Pemerintah Kabupaten Tegal," kata Kepala OJK Tegal Ludy Arlianto dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/10/2018).

Baca: Pegadaian Swasta Kian Menjamur di Tegal, OJK: Ada yang Terdaftar dan Ada yang Tidak

Program pro UMKM ini, kata Ludy, berguna untuk membasmi renternir yang saat ini dinilai sudah merajalela di masyarakat.

OJK sangat mendukung dan berkepentingan untuk dapat memastikan bahwa program ini dapat diimplementasikan dengan baik tanpa harus berdampak negatif terhadap BPR pelaksana program.

Skema yang sudah ada saat ini tentunya dapat menjadi acuan sehingga program dapat segera diterapkan.

Ludy berharap program ini nantinya dapat diikuti Pemerintah kabupaten dan kota di wilayah eks-Karesidenan Pekalongan yang merupakan wilayah tugas OJK Tegal.

"Sinergi antar-industri jasa keuangan untuk mendukung program pemerintah daerah perlu untuk dapat diimplementasikan," ujarnya.

Ia menambahkan, selain dibutuhkan dan menunjukan keberpihakan pemerintah daerah, program ini juga merupakan satu solusi keterbatasan akses UMKM kepada sumber pendanaan yang murah.

Sementara, Kepala Bagian Pengawasan OJK Tegal, Tias Retnani, menuturkan agar program tersebut dapat diimplementasikan dengan lancar, OJK mendorong agar skema pendanaan dapat didukung lembaga penjaminan.

"Sehingga, tata kelola pendistribusian kredit dapat ditingkatkan dan risiko kredit dapat dikurangi," ucapnya.

Keberadaan Jamkrida untuk mendukung program ini, kata dia, sangat positif menjawab kebutuhan yang ada. Selain itu, tentunya akan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. (*)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help