Masih Ada 790 Penduduk Dewasa Salatiga Belum Rekam Data

Dia menerangkan, adapun yang dimaksud penduduk dewasa adalah mereka yang telah berusia di atas 23 tahun

Masih Ada 790 Penduduk Dewasa Salatiga Belum Rekam Data
Tribun Jateng/daniel ari purnomo
Ilustrasi rekam data e-KTP 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA -  Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Salatiga mencatat, masih ada sekitar 790 orang yang masuk kategori penduduk dewasa di Kota Salatiga yang hingga saat ini belum rekam data sebagai syarat mutlak dalam penerbitan kartu tanda penduduk secara elektronik (KTP-el).

Itu diinformasikan Kepala Disdukcapil Kota Salatiga Noegroho Agoes Setijono kepada Tribunjateng.com, Kamis (4/10/2018). Menurutnya berbagai upaya pun terus dilakukan termasuk di dalamnya melalui program jemput bola ke rumah-rumah penduduk usia wajib ber KTP-el.

“Kami selama sekitar setahun terakhir ini intensif mendata, menelusuri, hingga mendatangi mereka dalam pemenuhan kebutuhan administrasi kependudukan itu. Kami juga senantiasa berkoordinasi dengan pihak kelurahan untuk memperoleh update-update terkait data warganya,” kata Noegroho.

Dia menerangkan, adapun yang dimaksud penduduk dewasa adalah mereka yang telah berusia di atas 23 tahun. Dan tidak ditampiknya jika masih cukup banyak yang belum datang ke kecamatan maupun kantor Disdukcapil Kota Salatiga untuk mendaftar perekaman data.

“Kami tidak ingin ada penduduk di Salatiga ini yang data kependudukannya terpaksa disisihkan atau diblokir oleh Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dukcapil Kemendagri) RI. Sebelum batas waktu yang ditentukan oleh pusat, kami harapkan sudah clear,” ucapnya.

Noegroho secara umum pun berharap serta meminta kepada masyarakat yang masuk dalam kategori penduduk dewasa dan belum rekam data, untuk dapat segera mendaftar. Jangan menunda-nunda waktu.

“Seandainya ada kendala pada yang bersangkutan, silakan sampaikan kepada pihak kelurahan atau kami di Kantor Disdukcapil Kota Salatiga. Sehingga kami bisa membantu. Satu di antaranya seperti jemput bola. Kami lakukan rekam data di rumah warga yang dimaksud,” tuturnya.

Sekretaris Disdukcapil Kota Salatiga Warni membenarkan informasi apabila Pemerintah Pusat melalui Kemendagri RI bakal bertindak tegas kepada masyarakat yang belum juga melakukan perekaman data KTP-el, khususnya mereka yang kategori penduduk dewasa.

“Ditjen Dukcapil Kemendagri RI memberikan waktu rekam data kepada penduduk usia di atas 23 tahun yang belum rekam data itu paling lambat pada 31 Desember 2018. Apabila hingga batas waktu itu tidak juga rekam data, data kependudukannya akan diblokir,” tuturnya.

Warni mengutarakan, dalam kaitannya blokir data tersebut, sepenuhnya yang akan melakukan adalah Kemendagri. Dan dalam pemblokiran itu bersifat permanen. Pihaknya di tingkat daerah tidak bisa berbuat apa-apa.

“Terkait database kependudukan semua terpusat di Kemendagri. Jika sudah diblokir, kami tidak bisa membuka database terhadap nama warga tersebut. Ketika sudah diblokir, secara tidak langsung status kependudukannya tidak terakui. Dampak lainnya tidak bisa mengurus apapun yang ada kaitannya dengan identitas kependudukan,” terangnya.

Menurutnya, kebijakan tegas Pemerintah Pusat itu tidak semata-mata pada program menyukseskan pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) Tahun 2019, baik itu Pemilihan Legislatif (Pileg) ataupun Pemilihan Presiden (Pilpres).  Dimana agar terwujudnya data kependudukan yang lebih akurat.

“Tetapi itu pula sebagai upaya penataan, penertiban administrasi kependudukan. Setidaknya tahun mendatang sudah tidak ada lagi warga yang memiliki identitas ganda. Karena itu, kami mohon bagi yang belum rekam data, segera melakukannya. Sesibuk apapun, tolong bisa disempatkan datang ke kantor kami,” pinta Warni. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved