Sukseskan Germas, Dinkes Jateng Verifikasi Kawasan yang Telah Bebas dari Buang Air Besar Sembarangan

Penilaian ini merupakan langkah mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Sukseskan Germas, Dinkes Jateng Verifikasi Kawasan yang Telah Bebas dari Buang Air Besar Sembarangan
Istimewa
Petugas Dinkes Jateng saat melakukan pengecekan di Kelurahan Gedanganak, Ungaran, Kamis (4/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah melakukan verifikasi kawasan Bebas Buang Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di Kabupaten Ungaran, Kamis (4/10/2018).

Tim Dinkes Jateng disambut oleh Pemerintah Kabupaten Semarang sebelum melakukan verifikasi di beberapa titik di Kabupaten Semarang.

Tim tersebut terdiri dari Dinkes Kab. Semarang dan petugas sanitasi di Puskesmas Kabupaten Semarang.

Satu titik yang dilakukan pengecekkan yakni di Kelurahan Gedanganak RW 1, Ungaran.

"Ada tiga jenis jamban yang dinilai. Yakni Jamban Sehat Permanen (JSP), Jamban Sehat Semi Permanen (JSSP), dan sharing," tutur petugas sanitasi Puskesmas Leyangan Ungaran Timur, Radis Darmayanto saat melakukan verifikasi di Kelurahan Gedanganak.

Baca: Kampanye Germas Tumbuhkan Kebiasaan Hidup Sehat

Dari keterangannya jamban sharing ini berarti masih menumpang ke rumah tetangga ataupun saudaranya.

Jika ditemukan keluarga kurang mampu yang masih menggunakan jamban sharing, ke depannya akan mendapatkan bantuan dari pemerintah.

"Untuk warga yang sudah mampu tapi masih jamban sharing, kami akan edukasi warga tersebut," tutur Kabid P2P Dinkes Kab. Semarang, Hasti Wulandari.

Di kelurahan Gedanganak, ditemukan 5 Kartu Keluarga (KK) yang masih menggunakan jamban sharing.

Jamban merupakan hal yang sangat penting untuk kesehatan lingkungan, pembuangan yang benar juga menjadi penilaian.

Penilaian ini merupakan langkah mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Kebersihan lingkungan merupakan cara yang bisa dilakukan masyarakat untuk mencegah wabah penyakit.

Dari keterangan Hasti Wulandari, ada bantuan dari APBDes untuk tingkat desa yang diperuntukkan untuk keluarga yang kurang mampu.

Tampak petugas verifikasi melakukan pengecekan dari rumah ke rumah pada setiap kelurahan di Kabupaten Semarang. (*)

Penulis: Bare Kingkin Kinamu
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved