Telah Diresmikan, Pasar Wonosegoro Boyolali Bisa Tampung 506 Pedagang

Menurut Kasino bangunan pasar baru ini sudah ditempati seluruh pedagang yang berjumlah 506 orang.

Telah Diresmikan, Pasar Wonosegoro Boyolali Bisa Tampung 506 Pedagang
Istimewa
Pasar Wonosegoro Boyolali 

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI – Pasar Wonosegoro di Kecamatan Wonosegoro kini telah selesai dibangun dalam dua tahap.

Pasar ke-25 dari sekitar 40 pasar di Boyolali yang dibangun dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus Kementerian Perdagangan dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Boyolali ini telah diresmikan pada Kamis (4/10/2018).

Diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Boyolali, Karsino bahwa pasar Wonosegoro tersebut dibangun melalui dua tahap.

Tahap pertama yang dimulai pada tahun 2017 dengan APBD Kabupaten Boyolali sejumlah Rp 3.623.707.187 yang dilanjutkan dengan tahap kedua.

“Tahap pertama Tahun 2017 dimulai dengan APBD Rp 3.623.707.187, disambung tahap Dua dengan APBD sebesar Rp 1 miliar, sehingga totalnya Rp 4.623.707.187,” jelasnya saat dijumpai seusai peresmian.

Baca: 100 PNS Boyolali segera Pensiun

Selanjutnya menurut Kasino bangunan pasar baru ini sudah ditempati seluruh pedagang yang berjumlah 506 orang pedagang.

Dengan rincian pedagang kios 28 orang, los tetap 228 orang, pedagang di halaman 190 orang, dimana semua sudah dapat tempat.

“Sarana prasana yang dibangun ada kios ukuran 3 x 4 sebanyak 28 unit, los ada dua unit, los tempel dua unit, los pande besi ada satu unit, tambatan kambing satu unit, mushola ukuran 3x4,5 meter, toilet ukuran 1,5x3 meter. Dimanapun Bupati membangun pasar, disitu selalu ada mushola,” ungkap Karsino.

Kemudian lahan parkir 440 meter persegi tersedia hingga menjadikan pasar Wonosegoro ini tampak luas, bersih dan tidak kumuh serta tidak mengganggu lalu lintas.

“Jaga kebersihan, sehingga nyaman ditinggali, nyaman untuk pembeli, nyaman untuk pedagang,” harap Karsino.

Salah satu pedagang, Suprapti mengaku telah menempati salah satu los di pasar tersebut dan mulai menggunakannya sebagai lahannya untuk mencari nafkah.

Pedagang sayur sayuran ini menilai bahwa pasar yang sekarang sudah jauh lebih baik dari pasar yang sebelumnya.

“Perkembangannya (pasar-red) sekarang sudah bagus, lebih ramai, tempatnya lebih luas. Pengunjung sekarang jadi kelihatan banyak,” ungkap warga Suruhan; Karangjati; Kecamatan Wonosegoro ini. (*)

Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help