Longsor Putus Jalan Penghubung antar Desa di Cilongok Banyumas

Material longsor pun lantas menutup badan jalan penghubung antar desa, di Rt 6 Rw 2 Desa Gununglurah

Longsor Putus Jalan Penghubung antar Desa di Cilongok Banyumas
Tribunjateng.com/Khoirul Muzaki
Proses pembersihan material longsor di desa Gununglurah Cilongok Banyumas 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Musim kemarau bukan berarti potensi bencana longsor nihil. Minimnya curah hujan di musim kering ini memang mengurangi aktivitas pergerakan tanah yang umumnya dipicu hujan lebat.

Tetapi faktor lain, semisal kebocoran pipa pun bisa memicu longsor karena air menjadi melimpah dan membuat tanah jenuh.

Warga Desa Gununglurah Kecamatan Cilongok dikejutkan dengan keruntuhan tebing jalan yang terjadi Kamis tengah malam (4/10). Tebing setinggi sekitar 10 meter runtuh sepanjang sekitar 8 meter.

Material longsor pun lantas menutup badan jalan penghubung antar desa, di Rt 6 Rw 2 Desa Gununglurah.

Padahal, jalur itu menjadi akses penghubung antara Desa Gununglurah dengan Desa Sokawera Kecamatan Cilongok.

"Dampak longsor menyebabkan jalur penghubung antara dua desa tertutup material tanah longsor,"kata Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Banyumas Kusworo, Jumat (5/10)

Sebagaimana umumnya wilayah lain di musim kemarau ini, hujan belum turun intensif di daerah tersebut. Karena itu, longsor lebih dipicu karena faktor lain, yakni kebocoran pipa air bersih yang melintasi tebing tersebut. Air melimpah ke tanah hingga membuatnya jenuh dan mengalami pergerakan.

Akibat bencana ini, jalur antar desa ini sempat terputus hingga mobilitas masyarakat terganggu.

Sampai pagi hari, saat para siswa mulai berangkat sekolah, jalur ini masih tertutup material longsor. Perjalanan mereka menuju sekolah sempat tersendat. Mereka harus menunggu akses jalan dibuka sedikit untuk lalu lintas para siswa ini mencapai sekolah.

Petugas dan warga serta relawan bahu membahu menyingkirkan material longsor dari badan jalan ini agar lalu lintas kembali normal. Pembersihan material longsor menggunakan alat seadanya. Hingga penanganan bencana ini dapat diselesaikan pukul 09.30 wib menjelang siang, Jumat (5/10)

"Sebelum tanah dibuang, pemberangkatan siswa sempat tersendat. Harus menunggu dulu akses jalan terbuka sedikit,"katanya. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved