Hendi: 2045 Indonesia Diprediksi Masuk The Best 4 Negara Terbesar di Dunia

“Menurut pengamat dunia, Indonesia akan memasuki masa emas pada tahun 2045. Indonesia akan menjadi the best four in the world,"

Hendi: 2045 Indonesia Diprediksi Masuk The Best 4 Negara Terbesar di Dunia
Rahmi Hayati
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) memberikan sambutan dalam pembukaan acara lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama dan Seni Islami (MAPSI) tingkat SD Kota Semarang, di SD Hj. Isriati Baiturrahman 02 Semarang, Sabtu (6/10/2018. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) mengatakan Indonesia akan memasuki masa emasnya pada tahun 2045. Hal ini disampaikan Hendi pada saat menghadiri acara pembukaan Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama dan Seni Islami (MAPSI) di SD Hj Isriati Baiturrahman 02 Semarang, Sabtu (6/10/2018).

“Menurut pengamat dunia, Indonesia akan memasuki masa emas pada tahun 2045. Indonesia akan menjadi the best four in the world, negara ke-4 di dunia yang terbesar, terbaik dari sisi ekonomi dan semuanya,” ujar Hendi.

Hendi mengungkapkan, hari ini di Indonesia banyak orang pintar, banyak orang yang punya keterampilan dan keahlian. Hal ini menurutnya sangat penting karena bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, memiliki potensi yang luar biasa.

Kepada para peserta lomba Hendi berharap anak-anak generasi milenial bisa menjadi pemimpin dan menjadi orang yang sukse sukses pada tahun 2045 nanti. Untuk itu, dirinya meminta agar para siswa mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan pada era modernisasi ini.

“Maka persiapkan diri dengan baik, hari ini tantangan anak muda banyak. Generasi milenial ini generasi yang membukakan mata kita bahwa yang namanya wawasan, namanya pengetahuan, adek-adek mungkin jauh lebih hebat dari para guru termasuk pak Hendi,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini dirinya juga menyampaikan perbedaan generasi milenial dengan generasi-generasi sebelumnya. Generasi milenial menurutnya adalah generasi yang serba instan karena semua kebutuhan mereka bisa dipenuhi dengan mudah melalui internet.

Sedangkan generasi terdahulu dimana mereka tidak mengenal yang namanya internet dan medsos, sehingga semua yang mereka dapat dan mereka pelajari bersumber dari buku, para guru, dan juga orang tua.

Terkait tantangan yang akan dihadapi generasi milenial, Hendi menghimbau agar para siswa agar selalu menjaga dan menghindari diri dari penggunaan narkoba dan juga tawuran.

Tak lupa beliau juga meminta kepada para siswa agar selalu menjaga diri dan melaporkan teman-teman mereka yang menggunakan narkoba maupun ikut tawuran.

“Jaga diri adek-adek sekalian, laporkan hal-hal yang membuat adek-adek merasa tidak nyaman. Laporkan sama guru dan orang tua kalau ada temanmu yang memakai narkoba dan juga tawuran,” pungkansya.

Lomba MAPSI sendiri merupakan perlombaan yang diadakan oleh dinas pendidikan Kota Semarang yang bertujuan sebagai tolak ukur penerapan pendidikan agama Islam dan juga peningkatan kreativitas para siswa. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Gunawan Saptogiri, SH, MM yang juga bertindak sebagai ketua pelaksana dari perlombaan ini.

“Lomba MAPSI ini bertujuan sebagai tolak ukur penerapan pendidikan agama Islam dan juga meningkatkan akhlakul karimah serta pembentukan karakter. Selain itu juga untuk meningkatkan kreativitas diri melalui bakat, minat, sehingga anak didik nanti bisa mengembangkan kewirausahaan yang dimiliki,” ujar Gunawan.

Perlombaan ini diikuti oleh para siswa dan siswi dari 16 kecamatan yang ada di Semarang. Mereka merupakan perwakilan yang diutus oleh kecamatan masing-masing. Dalam acara ini terdapat sebelas (11) jenis lomba yang akan diadakan, diantaranya lomba cerdas cermat, karya ilmiah, azan, rebana, kaligrafi dan sebagainya.

Gunawan menjelaskan diakhir acara juga akan diadakan forum amal dimana akan diadakan lelang untuk juara kaligrafi, yang hasilnya akan disumbangkan untuk para korban stumani di Palu.

“Nanti diakhir acara, juara lomba kaligrafi dan untuk azan nanti akan dilelang. Hasil lelang akan disumbangkan untuk saudara kita yang terkena musibah di Palu,” pungkasnya. (Rahmi Hayati/Magang Undip)

Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved