Kelurahan Jayengan Solo Akan Menggelar Kirab Budaya Padukan Banjar, Jawa dan Tionghoa

Kelurahan Jayengan Solo merupakan sebuah kawasan yang dihuni masyarakat dari tiga budaya yang berbeda

Kelurahan Jayengan Solo Akan Menggelar Kirab Budaya Padukan Banjar, Jawa dan Tionghoa
Tribunjateng.com/Akbar Hari Mukti
(kiri ke kanan) ketua panitia kirab budaya Krisno Jatmiko, Lurah Jayengan Aris Harjito dan Wakil ketua Didit Zainudin saat jumpa pers di Kantor Kelurahan Jayengan, Solo, Sabtu (6/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Kelurahan Jayengan Solo merupakan sebuah kawasan yang dihuni masyarakat dari tiga budaya yang berbeda.

Di antaranya masyarakat Banjar, masyarakat Jawa dan masyarakat Tionghoa.

Hidup secara rukun dan berdampingan selama ratusan tahun, maka Kelurahan Jayengan pun akan menggelar sebuah festival mengapreasi kerukunan ketiga masyarakat yang hidup di satu kelurahan tersebut.

Kirab budaya ini bernama Jarwana, kependekan dari Banjar, Jawa, Cina.

Dalam jumpa pers di Kantor Kelurahan Jayengan Solo, Sabtu (6/10/2018) ketua panitia Krisno Jatmiko mengatakan event ini diadakan di Jalan Gatot Subroto yang berada di sebelah timur Kelurahan Jayengan.

Kirab budaya dan juga ada pesta jananan tradisional tiga budaya berbeda ini diselenggarakan Minggu (7/10/2018).

"Ini adalah event kedua yang diadakan. Lewat kegiatan ini kita ingin menunjukkan sila ke 3 yakni persatuan indonesia," papar dia.

Ia menjelaskan, event ini digelar agar masyarakat luas memahami bahwa meski berbeda-beda, hidup berdampingan itu penting adanya. Kirab Budaya ini, ujarnya, diikuti 1.200 peserta dari 36 kelompok tampilan. Selain itu juga akan ada pesta jajanan dari etnis Banjar, Jawa dan Tionghoa dengan total 1.500 porsi dalam rangkaian kegiatan Kirab Budaya Jawarna.

Disinggung terkait sejumlah makanan yang dibagikan, di antaranya adalah kue lumpur, bubur samin, roti pisang, roti putih, ontok ontok, lepet, putu mayang, apem banjar, nogo sari, awuk awuk, lapis, lemet putu ayu.

Sedangkan makanan khas Tionghoa yang dibagikan di antaranya kue ko, kue moho, kue mangkok, kompyang, wajik cina, pia pia, seng ko lon, bak cang.

"Di Kelurahan Jayengan merupakan satu tempat dimana 3 etnis membaur dan tidak pernah ada konflik sejak 1960," ujar dia. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help