Puluhan Siswa SLB se-Indonesia Ikuti Festival Inovasi dan Kewirausahaan

Puluhan anak berkebutuhan khusus (ABK) dari berbagai provinsi mengikuti Festival Inovasi dan Kewirausahaan Indonesia (FIKSI),

Puluhan Siswa SLB se-Indonesia Ikuti Festival Inovasi dan Kewirausahaan
Tribun Jateng/Eka Yulianti Fajlin
Seorang siswa berkebutuhan khusus sedang memamerkan dan menawarkan produknya kepada pengunjung yang datang dalam kegiatan Festival Inovasi dan Kewirausahaan Indonesia (FIKSI) di Klenteng Sam Poo Kong, Sabtu (6/9/2018).  

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Eka Yulianti Fajlin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Puluhan anak berkebutuhan khusus (ABK) dari berbagai provinsi mengikuti Festival Inovasi dan Kewirausahaan Indonesia (FIKSI), yang digelar oleh Kementerian Pendidikan melalui Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) di Klenteng Sam Poo Kong, Sabtu (6/10).

Perwakilan Direktorat Pembinaan PKLK, Agung Priyanto, mengatakan acara FIKSI tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang mana kali ini khusus bagi para anak berkebutuhan khusus (ABK). Perwakilan dari masing-masing provinsi memamerkan hasil karya mereka dalam acara tersebut.

"Agenda rutin ini biasanya selalu diikuti oleh 34 provinsi di Indonesia, namun tahun ini hanya diikuti oleh 32 provinsi. Provinsi yang tidak hadir yaitu Sulawesi Tengah, karena kami tahu bahwa mereka sedang dalam keadaan berduka. Satu lagi yang tidak hadir yakni Papua Barat," jelasnya.

Agung melanjutkan, acara ini digelar agar masyarakat luas mengetahui bahwa ABK juga memiliki kemampuan yang sama seperti anak yang lainnya. Mereka dapat menghasilkan produk-produk yang dapat di pamerkan sekaligus dipasarkan kepada masyarakat. Kegiatan ini, imbuhnya, juga merupakan upaya dari direktorat PKLK dalam mengembangkan anak-anak yang ada di sekolah luar biasa (SLB).

"Ini menunjukan kalau mereka mampu dan tidak butuh rasa kasihan tapi mereka butuh kesempatan. Dengan kesempatan seperti ini mereka bisa menunjukan bahwa mereka bisa membuat produk seperti anak pada umumnya," terangnya.

Pada tahun-tahun sebelumnya, kata Agung, FIKSI selalu digelar dalam ruangan. Ini merupakan pertama kalinya di gelar di tempat wisata. Menurutnya, tempat wisata merupakan tempat strategis lantaran banyak masyarakat dari berbagai kalangan yang berkunjung. Sehingga, pameran produk tersebut akan ramai dikunjungi dan masyarakat akan mengetahui bahwa ABK juga dapat berkreasi.

Agung menerangkan, ada tiga hal yang dilombakan dalam FIKSI tersebut diantaranya lomba stand kreatif, lomba unjuk karya kreatif, dan lomba revitalisasi pengelolaan pendidikan. Dalam lomba stand kreatif, para ABK, dituntut untuk aktif memaparkan dan memasarkan produk yang mereka bawa. Sementara, dalam lomba unjuk karya kreatif, para ABK mempraktekkan cara membuat karya tersebut di depan khalayak. Menurut Agung, dua lomba tersebut dapat melatih para ABK dalam bersosialisasi dengan masyarakat.

"Kalau lomba revitalisasi pengelolaan pendidikan ini diikuti oleh kepala sekolah. Merema dinalai bagaimana mereka memanajemen keterampilan di sekolah masing-masing, produk apa yang diajarkan untuk anak-anak dan lain sebagainya," imbuhnya.

Satu diantara puluhan siswa yang mengikuti lomba stand kreatif yakni, seorang siswa dari SLBN 2 Padang, Aidil Yusril Saputra. Dia memaparkan produk-produk yang telah dibuatnya kepada para pengunjung stand Sumatra Barat.

"Ini produk saya, tas dan sandal. Cara membuatnya mudah pakai lem dan benang saja," ucap Aidil.

Siswa yang mengalami tuna grahita tersebut mengaku sudah membuat hasil karya berupa sandal sebanyak tiga kodi. Kemudian, dia bawa dan pamerkan di acara FIKSI tersebut.

Guru pendamping Aidil, Qori Adriandi mengatakan, semua hasil karya yang dipamerkan di stand Sumatra Barat merupakan karya anak-anak berkebutuhan khusus yang ada di SLBN 2 Padang. Dalam kesempatan tersebut, dia membawa empat macam keterampilan yaitu sendal, batik, tas, dan vas bunga.

"Selama ini anak-anak SLB sering dipandang sebelah mata. Kami dari SLB sangat senang sekali ada acara seperti ini karena dapat memotivasi anak-anak dan mengajarkan bagaimana cara memasarkan," tuturnya. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved