Wali Kota Hendi Terima Penghargaan Leprid, Prakarsai Pemanfaatan Kaleng Cat Bekas

Wali Kota Semarang mendapatkan penghargaan dari Rekor Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) pada hari ini, Sabtu (6/10/2018).

Wali Kota Hendi Terima Penghargaan Leprid, Prakarsai Pemanfaatan Kaleng Cat Bekas
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi sedang bersama ratusan pelajar SMPN 37 Semarang yang melakukan kegiatan melukis kaleng cat bekas. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Reza Gustav 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) mendapatkan penghargaan dari Rekor Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) pada hari ini, Sabtu (6/10/2018).

Hal itu berkaitan dengan Hendi sebagai pemrakarsa dan pendukung kreasi pemanfaatan ribuan kaleng cat bekas menjadi media menggambar dan media tanam untuk penghijauan yang dilakukan oleh SMPN 37 Semarang.

Kegiatan itu menciptakan rekor baru dan tercatat di Leprid sebagai “melukis dengan media kaleng cat terbanyak oleh siswa-siswi SMPN 37 Semarang”.

Selain Hendi, Kepala Sekolah SMP Negeri 37 Semarang Mukaromah juga mendapatkan penghargaan sebagai pemrakarsa kegiatan itu.

Kegiatan menggambar di kaleng cat dengan tema flora dan fauna yang penuh warna itu melibatkan sekitar 800 pelajar dan menghasilkan sekitar dua ribu kaleng.

Kegiatan tersebut juga termasuk dalam rangka memeriahkan HUT Ke-24 SMP Negeri 37 Semarang.

Nantinya, selain pemanfaatan kaleng cat bekas untuk meminimalisir limbah plasik tempat cat, hasil-hasil dari karya para murid tersebut juga bisa dijual.

“Jadi ini barang yang tidak bermanfaat (kaleng bekas) dilukis sedemikian rupa sehingga menarik dan jadi berguna,” ujar Hendi kepada Tribunjateng.com usai kegiatan itu.

“Nah saya membayangkan, hari ini ada 1100 Ton sampah yang setiap hari diangkut ke TPA Jatibarang dan 45 persennya adalah sampah jenis anorganik seperti kaleng ini, kalau seluruh masyarakat mengolahnya seperti kaleng ini, maka jumlah (sampah) yang dibawa ke TPA akan semakin menurun,” imbuhnya.

Sang Wali Kota juga berterimakasih dan mengapresiasi kepada Mukaromah yang juga menginisiasi kegiatan tersebut.

Dirinya berharap kegiatan tersebut dapat berlanjut di sekolah-sekolah yang lain di Kota Semarang.

“Karena saya tahu, basic-nya Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang (Gunawan Saptogiri) adalah Dinas Lingkungan Hidup, jadi saya berharap bahwa dunia pendidikan nanti dapat maju dan juga dikemas dengan hal-hal yang membuat lingkungan hidup semakin menjadi perhatian dari para kepala sekolah,” pungkasnya.

Seorang murid kelas 9D SMPN 37 Semarang Larasati Rohimiputri, yang turut menjadi penggambar kaleng cat, mengaku bahwa dirinya melihat terlalu banyak kaleng cat bekas yang tidak terpakai dan menjadi limbah.

“Saya menggambar dan mewarnai pakai crayon. Agar tidak menjadi limbah, maka kaleng-kaleng bisa digambar jadi bagus dan menjadi media tanam atau pot dan bisa juga dijual,” ujarnya. (rez)

Penulis: Reza Gustav Pradana
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help