Pilpres 2019

Jubir Prabowo-Sandiaga: Belakangan Ini Survei Sering Salah dan Hasilnya Petahana Kalah

Berkaca pada penyelenggaraaan Pilkada hasil lembaga survei seringkali tidak tepat dan justru calon petahana yang kalah

Jubir Prabowo-Sandiaga: Belakangan Ini Survei Sering Salah dan Hasilnya Petahana Kalah
TRIBUNNEWS.COM/Ilham Rian Pratama
Dahnil Anzar Simanjuntak 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menilai wajar dengan hasil survei yang menyatakan elektabilitas Jokowi saat inu jauh lebih tinggi dari Prabowo.

Namun, menurut Dahnil, berkaca pada penyelenggaraaan Pilkada hasil lembaga survei seringkali tidak tepat dan justru calon petahana yang kalah meski elektabilitasnya tinggi.

"Wajar bila petahana surveinya lebih tinggi, dan itu terjadi di banyak tempat. Namun belakangan ini terlalu sering lembaga survei salah dan hasil akhirnya adalah petahana kalah," ujar Dahnil kepada Kompas.com, Senin (8/10/2018).

"Dengan berbagai sumber daya yang dimiliki, mulai dari uang, birokrasi dan lainnya, biasa saja, petahana jamak memang awalanya lebih tinggi hasil surveinya," tuturnya.

Dahnil mencontohkan fenomena pada Pilkada DKI Jakarta 2012 lalu. Saat itu banyak hasil survei menyatakan elektabilitas Fauzi Bowo sebagai petanaha selalu lebih tinggi dibandingkan Joko Widodo.

Kendati demikian, perolehan suara pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama lebih unggul.

Hal yang sama, kata Dahnil, juga terjadi pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno berhasil terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur meski banyak hasil survei menyatakan sebaliknya.

Dahnil berpendapat bahwa fenomena tersebut disebabkan karena lembaga survei gagal melihat preferensi dan dinamika pemilih sikap pemilih.

"Banyak survei yang dilakukan mengalami kegagalan memprediksi, karena tidak mampu memotret secara update preferensi pemilih dan dinamika sikap pemilih apalagi dengan jangka waktu pilpres yang masih tujuh bulan lagi," kata Dahnil.

Sebelumnya, survei terbaru lembaga survei Saiful Mujani Research Center (SMRC) yang dirilis, Minggu (7/10/2018) menyatakan elektabilitas calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul atas kompetitornya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada 6 bulan sebelum Pilpres 2019.

Halaman
12
Editor: m nur huda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved